Rabu, 09 September 2015

Sholat Menggugurkan Dosa

Dari Sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar dari rumahnya ketika musim gugur di saat daun-daun berguguran dari pepohonan. Beliau mengambil setangkai ranting pohon, dan daun-daunnya langsung berguguran. Beliau berkata, “Wahai Abu Dzar!” Sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu menyahut, “Labbaik! (Aku siap sedia!), ya Rasulullah!” Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim yang menunaikan shalatnya semata-mata karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran sebagaimana daun-daun ini berguguran dari rantingnya.” (H.R. Ahmad, dari Kitab At-Targhib)

Untuk Dosa-Dosa Besar Perlu Bertaubat secara Khusus

Ada satu hal yang perlu direnungkan. Menurut para ulama, berdasarkan kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Baginda NabiShallallahu ‘alaihi wasallam, shalat dan ibadah-ibadah yang lain hanya menghapus dosa-dosa kecil.

Sedangkan dosa-dosa besar tidak dapat diampuni tanpa bertaubat secara khusus. Oleh sebab itu, selain mengerjakan shalat, hendaknya kita selalu bertaubat dan beristighfar, jangan sampai kita melalaikannya. Jika Allah Subhaanahu wata’ala mengampuni dosa-dosa besar karena kemurahan-Nya sebab shalat kita, itu perkara lain.

أستغفر اللّٰه العظيم و أتوب إليه

38,8 persen jemaah telah berada di Mekkah


Mekkah (ANTARA News) - Sekitar 38,8 persen dari 155.200 jemaah Indonesia telah memadati kota suci Mekkah Al Mukarammah baik yang datang dari Madinah maupun Jeddah, untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Seksi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Reza Muhammad Marzal, di Mekkah, Arab Saudi, Senin, menjelaskan sampai pukul 17.00 waktu setempat, jumlah jemaah calon haji Indonesia yang telah berada di Mekkah mencapai 60.218 orang.

"Mereka terdiri dari 59.491 jemaah dan 723 petugas haji Indonesia yang datang dari Madinah dan Jeddah," ujarnya.

Reza menguraikan total jemaah yang datang dari Madinah setelah melaksanakan ibadah Arbain di Masjid Nabawi mencapai 41.268 orang dari 100 kelompok terbang (kloter) dan didampingi 499 petugas kloter. Sedangkan jemaah yang datang dari Jeddah sebanyak 18.950 orang dari 45 kloter dan didampingi oleh 224 petugas.

"Jadi jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Mekkah sampai dengan sore ini mencapai 60.218 orang yang tergabung dalam 145 kloter," kata Reza.

Jumlah tersebut, lanjut dia, akan terus bertambah sampai dengan tanggal 17 September 2015 atau sekitar H-7 sebelum puncak ibadah haji di Arafah.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Daker Mekkah M Ismail Aini mengatakan, Selasa (8/9) Mekkah akan kembali menerima kedatangan jemaah dari Tanah Air yang masuk melalui Jeddah.

"Dijadwalkan ada sembilan kloter dari Jeddah akan tiba di Mekkah sepanjang Selasa dengan total jemaah mencapai 3.812 orang," katanya.

Kesembilan kloter berasal dari delapan embarkasi yaitu Solo (SOC) sebanyak dua kloter, dan masing-masing satu kloter dari embarkasi Jakarta Bekasi (JKS), Makassar (UPG), Jakarta Pondok Gede (JKG), Palembang (PLM), Medan (KNO), Batam (BTH), dan Surabaya (SUB).
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Senin, 07 September 2015

Minggu, 06 September 2015

Syafaat Nabi Yang Disia-siakan...


Dalam sehari semalam ada lima kali adzan berkumandang. Dalam setiap kali adzan itu, ada peluang syafaat yang dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Janji Nabi itu amat pasti. Tidak akan diingkari. Sayangnya, banyak sekali kaum Muslimin yang tidak sadar, atau pura-pura lalai terhadap hal yang amat agung ini.

Bahkan ada banyak di antara mereka yang tuli saat adzan berkumandang. Bukan tuli fisik, tetapi tuli maknawi. Mendengar, tapi tak menjawab adzan. Mendengar, tapi tak bergegas mendatangi masjid untuk mengikuti shalat berjamaah. Padahal, dalam setiap kali adzan itu, ada janji pembagian syafaat dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada seluruh umatnya.

Dalam sehari saja, misalnya, ada lima kali adzan yang berkumandang dari satu masjid. Jika sepekan, jumlahnya ada tiga puluh lima kali adzan (tujuh hari). Jika satu bulan, maka jumlah adzan yang berkumandang ada seratus lima puluh kali. Jika setahun, tiga ratus enam puluh lima hari, maka jumlah adzan yang berkumandang ada seribu delapan ratus dua puluh lima kali adzan.

Jika setahun saja ada 1825 kali adzan berkumandang, dan saat ini usia kita sudah dua puluh tahun, misalnya, maka seharusnya kita sudah mendengarkan adzan sebanyak 36.500 kali atau 36.500 kali peluang mendapatkan syafaat Nabi. Angka itu akan terus bertambah atau berkurang disesuaikan dengan usia kita saat ini.

“Barang siapa yang setelah mendengar adzan membaca doa, ‘Allahumma Rabba haadzihid-da’watit-tammaati. Wash-shalatil qaa-imati. Aati Muhammadanil washiilata wal fadhiilah. Wab ‘atshu maqaamam mahmuda-nilladzii wa ‘adtahu.(Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat akan didirikan ini. Karuniakanlah kepada Muhammadwashilah dan keutamaan, serta anugerahkanlah kepadanya tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya)’, maka ia berhak mendapatkan syafaat pada hari Kiamat kelak.”

Hadits ini diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah dan dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Spirit dari pekerjaan kecil

Seorang lelaki tua sepanjang hari menyusuri rel kereta, tangannya selalu membawa sebuah kunci memeriksa satu persatu mur penyangga rel jika ditemukan mur yang kendor / mau lepas, dengan cekatan baut itu kembali dirapatkan sehingga tertanam dengan sempurna seperti sedia kala tidak pernah terlewatkan satu murpun.

seorang anak muda yang baru dikenalnya mencoba menemaninya sudah berapa lama kau lakukan pekerjaan ini pak tua ?'sejak usia 20 tahun pertama kali aku bekerja sebagai tenaga honorer di perusahaan Kereta Api Negeri ini anak muda' sahut pak tua sambil tersenyum.

Hah selama itukah bapak melakukan pekerjaan yang sama terus menerus, bapak tidak bosan . . ???'tidak anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini . . .sampai matipun aku akan tetap melakukan pekerjaan ini' disinilah hidupku !''pasti gaji bapak besar, sehingga bapak betah dengan pekerjaan ini' sang pemuda masih penasaran . .' gajiku hanya cukup untuk makan aku dan istriku di rumah' 'apakah bapak punya anak yang masih harus dibiayai hidupnya ?''anakku semua sudah menjadi orang sukses, sudah tidak memerlukan uangku, bahkan tidak jarang anakku yang memberi uang padaku . . .' sahut pak tua sambil tetap tersenyum.

'mestinya bapak tinggalkan pekerjaan ini, sudah waktunya beristirahat dirumah menikmati hari tua bersama istri' sang pemuda masih penasaran . . . 'bapak terlihat rapuh dan ringkih melakukan pekerjaan ini. . .'

lagi-lagi pak tua tersenyum 'anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini, tidak mungkin aku meninggalkannya' . . . .'tapi apa yang kau cari pak tua ??? anak sudah menjadi orang sukses, istri setia menunggu di rumah, gaji juga tidak seberapa, lihatlah tubuhmu yang sudah renta !!!'

'anak muda . . . rupanya kau masih belum mengerti juga kenapa aku begitu mencintai pekerjaan ini . . bukan uang yang kucari anak muda' pak tua semakin tersenyum lebar . . .'lalu apa yang kau cari ?? potong sang pemuda dengan cepat .

'Spirit anak muda . . semangat . ..lihatlah, berapa nyawa yang terselamatkan karena pekerjaanku ini . .! bayangkan . . .sehari aja kutinggalkan pekerjaan ini, kemudian ada mur penyangga rell yang lepas . .itu bisa membahayakan perjalanan kereta api, ingatlah satu penumpang di kereta api ini pasti memiliki beberapa orang yang mencintainya , , ... bayangkan lagi jika seandainya kereta api mengalami kecelakaan dan seluruh penumpangnya meninggal, akan ada beberapa ribu orang yang meratapi kepergian orang-orang yang dicintainya . Spirit itulah yang selalu menemaniku bekerja selama ini,

Sabtu, 05 September 2015

Telinga dan Keajaiban Pendengaran

Allah menciptakan telinga dalam bentuk yang paling indah dan sesuai dengan fungsinya. Dia menjadikan bentuk daun telinga seperti sendok agar dapat mengumpulkan suara sehingga masuk ke dalam lubang telinga. Juga agar hewan serangga yang merayap disana dapat dengan cepat di keluarkan. Dia menciptakan lipatan, rongga, dan lengkungan lengkungan yang dapat menahan dan mengontrol udara dan suara yang masuk, mengurangi pedasnya, kemudian baru mengirimkannya ke lubang telinga. Diantara hikmah itu semua, agar jalannya menjadi panjang bagi hewan sehingga ia tidak dapat sampai ke lubang telinga sebelum manusia terbangun atau sadar untuk mencegahnya. Selain itu masih ada hikmah yang lain, sesuai dengan hikmah-Nya juga, Dia menjadikan air telinga amat pahit, sehingga hewan tidak dapat melewati menuju ke dalam telinga, (Sumber : Miftah Daris Sa'adah)

Mengapa Kapten San Jin Gu Memeluk Islam


KAPTEN San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini kejadian lama memang.
Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada dekat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada saat mempraktekan itulah ia merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya.
Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yabg ia pimpin (disamping Yoga), dan ternyata sebagian besar prajurit setelah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut merasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.
Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.
Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”.
Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandanya – untuk juga memeluk Islam. [sahabatstars]
Sumber : islampos.com

Kisah Berkat Di Balik Membaca Basmallah

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan. Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."

Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."

Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."
Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca,


"Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.

Baju Melayu BSI dan BEL menjadikan juara 3 lomba nyanyi









Nikmat Allah Yang Tak Terhitung

Suatu hari ada seorang lelaki mendatangi Yunus bin Ubaid. Dia mengadukan kondisi hidupnya yang susah serta kesedihan itu semua. Lalu Yunus pun menanyainya, ”Apakah kamu suka bila penglihatan yang kamu pergunakan untuk melihat ditukar dengan uang seratus ribu?”

Dia menjawab, ”Tidak.”

Yunus kembali bertanya, ”Apakah kamu suka bila pendengaran yang kamu gunakan untuk mendengar ditukar dengan uang seratus ribu?”

Dia menjawab, ”Tidak.”

”Apakah kamu suka bila akal yang kamu gunakan untuk berfikir ditukar dengan uang seratus ribu?”

Dia kembali menjawab, ”Tidak.”

Yunus bertanya lagi, ”Bagaimana dengan dua tanganmu bila diganti dengan dengan uang seratus ribu?”

”Tidak mau.” jawabnya.

Yunus masih bertanya lagi, ”Lalu bagaimana dengan kedua kakimu?”

Beliau terus menyebut berbagai nikmat yang dikaruniakan Allah ta'ala kepadanya, lalu beliau menasehatinya, ”Aku melihat kamu memiliki ratusan ribu namun masih mengeluhkan kebutuhanmu?”

Jumat, 04 September 2015

Belajar Dari Nelayan

Sebagai seorang nelayan kecil yang pekerjaannya mengail ikan di laut untuk menghidupi keluarganya, sehari mengail belum tentu akan mendapatkan hasil. Namun ketika seekor ikan menggelepar terkait mata kailnya, tiba-tiba datang seseorang dan merampas hasil tangkapannya.

”Hai! Berikan ikan itu padaku!” kata orang itu.

”Tapi ikan ini hasil tangkapanku,” jawab si nelayan.

”Masa bodo!” teriak orang itu seraya merampas ikan itu dari tangan nelayan dengan kasar.

Tanpa dapat mencegahnya nelayan yang lemah itu hanya menatap orang yang merampas ikannya pergi meninggalkan tempat itu dengan pandangan kosong.

”Ya Allah, mengapa Kau ciptakan aku sebagai orang yang lemah seperti diriku? Dan Kau ciptakan orang lain lebih kuat dan gagah, sehingga dia bertindak sewenang-wenang kepada orang yang lemah seperti aku ini. Maka ciptakanlah ya Allah, makhluk lain yang lebih kuat dari dia, yang dapat mengalahkan dia agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi umat manusia,” ratap nelayan itu dalam doanya.

Tanpa mempedulikan keluhan nelayan miskin itu, orang kasar itu pulang dan membakar ikan hasil rampasannya. Dengan nafsunya, ia akan menyantap ikan bakar yang ada di atas mejanya. Namun malang baginya, ketika akan mengambil dan memakan ikan itu, sebuah duri mencocok jari tangannya.

”Ah!” orang itu memekik kesakitan.

Dan dengan seizin Allah, tangan yang kena duri ikan itu makin hari makin bertambah parah lukanya. Bagaikan kanker yang ganas, luka yang menjadi borok itu merambat ke lengan tangannya.

 Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengobati lukanya, tetapi tidak juga sembuh bahkan sampai harus dipotong sebatas sikunya. Tetapi meskipun tangannya sudah dipotong, baksil-baksil yang menyebabkan infeksi di tangan itu masih saja semakin mengganas hingga orang itu nyaris menjadi putus asa.

Dalam keputusasaannya itu, ketika ia tertidur bermimpi seolah-olah mendengar suara nelayan yang ikannya pernah dirampas beberapa waktu dulu, ”Kembalikan hak itu kepada pemiliknya, itu bukan hakmu!”

Seketika orang itu terbangun dari tidurnya, hatinya termangu. Ada perasaan bersalah pada dirinya yang selama ini tak pernah disadarinya. Hati nuraninya tersentuh akibat peringatan nelayan lewat mimpinya.

”Ya, itu memang bukan hakku. Aku harus mengembalikan kepada pemiliknya,” kata hati orang itu yang melecuti perasaannya.

Dengan sikap yang tegas dan hati yang mantap, dilangkahkan kakinya mencari nelayan miskin yang pernah dirampas ikannya itu. Setelah dijumpainya, orang itu menyerahkan uang sepuluh ribu dirham sebagai tebusan seekor ikan yang pernah dirampasnya beberapa waktu yang lalu.

Hatinya kini merasa lega, dia merasa terbebas dari kutukan perasaan yang selama ini menghantuinya. Alhamdulillah, atas seizin Allah pula sejak itu luka di tangannya mulai membaik. Baksil-baksil dan ulat yang menggerogoti tangannya berangsur-angsur mati dan hilang, dan luka itu menjadi sembuh. Tangan yang membusuk dan hampir diamputasi lagi sampai sebatas lengan kini telah sembuh. Lelaki itu kini telah dapat mengambil hikmah dari apa yang pernah diperbuatnya.

Hati Manusia

Dalam Mu'jam Maqayis Al-lugah dijabarkan pengertian kata qalbu, pertama, hati itu mudah berubah, sehingga Nabi berdoa." Ya Allah yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku diatas agamaMu "HR.At- Turmudzi dari Anas bin Malik), Kedua, hati adalah bagian paling murni dan mulia. Sehingga Nabi Bersabda " Sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging.jika dia baik maka baik pula seluruh anggota tubuh, Jika rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuh.Ketahuilah ia adalah hati" (HR.Al- Bukhari dan Muslim)

Ajari Anak Kita dengan Quran


Kajian ahad pagi ini di ma'had Isy Karima :

Pertanyaan : bagaimana menjadikan anak menjadi hafal qur'an di usia dini?

Jawaban syaikh : salah satu rahasia bisa hafal qur'an pada usia 9 tahun dan adalah banyak anak2 dibawah 6 tahun selama 5 bulan menghafal sudah selesai 30 juz,ini dikarenakan sejak ibunya hamil ibunya selalu mengkhatamkan qur'an,seminggu sekali atau sesering mungkin sehingga pada saat lahir anak2 ini sudah menyimpan qur'an dan pada saat menghafal sudah tidak susah karena tinggal memurojaah,anak2 ini sudah curi start duluan pada saat masih di dalam kandungan ibunya.

Kalau tidak bisa membaca qur'an disetel murrotal,radio,televisi yang berisi qur'an.

Fase Paling penting adalah tahapan awal sebelum lahir - anak usia 10 th.

Ibu adalah madrasah pertama,jadi yg paling berperan di fase terpenting adalah IBU.

Metode menghafal paling efektif adalah sesering mungkin anak didengarkan qur'an.

Maka jagalah pendengaran anak dengan hal2 yang baik.

Peran ayah setelah anak lahir :

1. Mengajarkan kecintaan kepada qur'an,mengajak anak2 ke masjid.

2. Mengantarkan anak2 ke halaqoh qur'an.

3. Belajar qur'an sedikit demi sedikit dimulai dari surat2 pendek.

Dibutuhkan kedisiplinan .
Anak2 tidak dipaksa duduk diam selama satu jam untuk menghafal,main 10 menit ngaji 20 menit agar anak tidak bosan.

Konsep yang harus dibenarkan adalah sekolah anak yang sebenarnya adalah dirumah,jangan menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah.
Pengawasan orangtua sangat penting.

Kesimpulan : ajari anak anakmu qur'an maka qur'an akan mengajari anak anda semua ilmu.

(Syekh Ashron Al Hafidz, dari Mesir, usia 9 tahun hafal Qur'an, usia 15 tahun selesai Qiro'ah 'Asyaroh)

Kamis, 03 September 2015

Hikmah Tahajjud

Sewaktu si fulan esok harinya akan melaksanakan test interview untuk sebuah pekerjaan pada jam 9.30 pagi esok hari, nenek si fulan pun sehari sebelumnya menyarankan untuk shalat tahajjud pada malam harinya. Dikarenakan bangun malam pada malam hari, maka sifulan ini mengantuk, eh… ketiduran, malah sampai Orion dan ketika dilihat sudah jam 11.00 maka tidak sampailah dia di Wisma Nugra Santana, tempat dimana dia seharusnya interview, dan menggerutulah dia sambil menyalahkan neneknya.

Kemudian menyebranglah dia untuk berganti bis untuk pulang sambil terus dalam hatinya menyalahkan neneknya, karena ternyata tahajjudnya tadi malam itu malah menyulitkannya hari ini, bukan memudahkan dia untuk lulus … tapi benarkah??

Sesaat kemudian ada seseorang laki-laki yang berdasi dilonggarkan seperti kelelahan, dan berjas safari masuk. karena tidak punya tempat duduk dan dia berdiri didekat sifulan, maka sifulan ini mempersilahkan laki laki itu untuk duduk, kemudian terjadilah percakapan

”Dari mana pak, kok kayaknya kecapean?””ini, sopir saya nggak bisa mengantar saya kekantor, karena harus mengantar istrinya, lalu mobilnya malah rusak sekalian, dan ketika saya perbaiki, ada beberapa kunci yang belum dimasukkan ke bagasi oleh sopir saya, jadinya malah nggak bisa apa-apa, mending saya kekantor pakai bis saja…”

”Lalu ade sendiri mau kemana?”
“Iya nih pak… saya juga sebenarnya mau interview, di Nugra Santana, tapi karena tahajjud tadi malam, malah ketiduran sampe sini”
” saya juga mau ke Nugra Santana, memangnya interview dimana dek?” sambil berfikir bahwa sifulan ini baik juga ahlaknya karena mau tahajjud

“di PT.XXXX” jawab si fulan

Cuma dalam hitungan detik , bapak itu mencoba melihat formulir dari si fulan. dan kemudian dilihatnya sesuatu yang menarik baginya, lalu dikatannya kepada si fulan

”Dek, anda tahu? formulir pemanggilan ini yang ditanda tangani ini adalah formulir dari PT saya, dan sayalah yang bertanda tangan dibawah ini untuk memanggil adek”…

Tanpa fikir panjang lagi, laki laki itu memutuskan sifulan pun langsung bisa masuk menjadi karyawan PT itu, tanpa susah susah wawancara. Subhanallah. …

kemudian cerita yusuf sedikit dilanjutkan. .

Pas sifulan ngikutin bapak itu untuk masuk kekantornya, kan banyak orang yang lagi duduk nunggu untuk wawancara, mungkin dalam hati ada senyum kemenangan sambil berujar pada hatinya ” pada kagak tahajjud sih lu pada…” hehehee….. ..

So… mari mencoba untuk selalu tahajjud… yukk semangatt !!!

HIKMAH DI BALIK DOA YANG BELUM TERKABUL

Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.

Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran.

Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi.
Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana?
Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula. Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela.

Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz. Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta. Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.
Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak.

Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.
Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah.
Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin ya rabb.

Sedekah yang Menghajikan

Pak Asep membenahi barang dagangannya, guratan-guratan tua di kening, wajahnya tetap kelihatan bening. Sejak setahun lalu kopiah putih selalu menghiasi kepalanya, menutupi rambutnya yang seluruhnya telah berwarna putih. “Alhamdulillah Jang, kadang sepi kadang ramai,” katanya menceritakan usahanya dengan bibir terus tersenyum. Dalam usia yang ke 67 ini Pak Asep ditemani istrinya mengurus warung kelontong berukuran 3 kali 4 meter.

Pak Asep dan istrinya belum dikaruniai anak. Diusia yang senja mereka terlihat menikmati hidup. Toko kelontong yang ada di depan rumahnya yang ada di sebuah gang kecil di Bandung itu jadi satu-satunya penopang kebutuhan hidup mereka sehari-hari. “Ini kenang-kenangan dari Mekkah, Jang,” menunjuk kopiah putihnya. Pak Asep dan Istrinya memang pergi ke tanah suci tahun lalu. “Dari dulu Bapak pingin pergi haji”, lanjutnya.

Hal ini membuatnya berkomitmen untuk menabung sedikit demi sedikit dari hasil penjualan barang-barang di warungya. “Saya mah pokoknya niat pingin sekali pergi ke tanah suci,” lanjutnya. Bertahun-tahun sudah tabungannya, sesekali dihitungnya sekedar untuk makin menguatkan keinginannya. “Kurang beberapa juta lagi, Nyi, cukup da, beberapa tahun lagi, gak lama,” katanya pada istrinya. Senyum Pak Asep dan Istrinya merekah.

Terbayang ia bersama istrinya akan berthawaf keliling mengucapkan talbiah, “Labbaik Allaahumma Labbaik”. Saat-saat yang diimpikannya bertahun-tahun, untuk menyempurnakan rukun Islam, rindu di hari tuanya mendekat kepada Sang Khalik .

Dalam hari-hari semangatnya berhaji itu, tiba-tiba sampai di telinganya sebuah kabar tentang tetangganya masuk rumah sakit dan harus dioperasi. Para tetangga sebenarnya sudah iuran membantu meringankan biaya rumah sakitnya. Tapi biaya operasi memang mahal. Pak Asep tersentak……….

Terbayang olehnya uang tabungannya untuk biaya haji dapat membantu operasi tetangganya yang tak berpunya. “Haji ibadah, sedekah juga ibadah, gak apa sedekah kan uang kita untuk berobat, Ki,” istrinya mendukung uang tabungannya bertahun-tahun itu diberikan untuk biaya tetangganya yang dioperasi di rumah sakit.

“Kang, terima ini ya, rezeki mah dari Allah, mungkin emang lewat saya, biarlah ini jadi jalan makin yang mendekatkan aku pada Allooh, moga-moga cepet sembuh, kang,” katanya sambil menyerahkan amplop tebal uang tabungannya yang berbilang tahun itu. Dipeluknya Pak Asep dengan erat.

Sedikit yang tahu ketulusan Pak Asep dan Istrinya ini.

Ketika dokter yang merawat temannya ini heran dari mana ia bisa membiayai operasi yang mahal ini, maka sampailah cerita tentang uang tabungan Pak Asep ini. “Boleh saya dikenalkan sama Pak Asep, pak?” sambut sang dokter terharu. Maka ditemuinya Pak Asep dan istrinya. Dan ditemuinya keteduhan seorang dermawan. Raut wajah yang kaya, meski dalam kesederhanaan hidup. “Pak Asep, saya ada rezeki, bolehkan saya ikut mendaftarkan Bapak dan istri pergi haji bersama saya dan keluarga?” Sang dokter menawarkan. Pak Asep dan istriya sejenak berpandangan. Tak kuat lagi menahan haru, dipeluknya dokter dermawan tadi. “Alloh Maha Kaya,” ucapnya lirih di telinga dokter.

(sahabat, menangislah kalau terharu…..).

Maka kakinya kemudian hadir di Baitullah, berhaji, dengan karunia dan rezeki dari Allah. Pak Asep dan istri seakan mereguk hidangan Allah yang sempurna, buah dari kedermawanannya.

Kisah Pak Asep mungkin saja banyak terjadi kehidupan kita. Pak Asep-Pak Asep lain pun telah menggores hikmah kehidupannya sendiri. Atau bahkan telah pula sering kita alami sendiri. Dan selalu saja sedekah akan menyuburkan hati kita, memberkahi kehidupan kita. Maka mengapa kita menunda sedekah kita ?

Rabu, 02 September 2015

Mari kita renungkan sejenak


💢Kadang dia lebih rendah dari sebuah guci kristal.
Ketika guci itu pecah tanpa sengaja, maka rasa marah kemudian memecahkan perasaan anak, merendahkan nilai anak....
guci lebih berharga saat itu..!
💢Kadang dia lebih rendah nilainya dari sebuah mangkok atau piring..
Yang jika pecah, suara kemudian meninggi memecahkan hati sang anak..
💢Atau lebih rendah dari semangkok sayur yang tertumpah, karena tangan kecilnya berusaha membantu ibu di dapur.
Mata yang melotot terasa lebih pantas walaupun harus menumpahkan air mata sang anak...!
💢Atau lebih rendah dari sebuah mobil baru yang jika tergores, maka goresannya dianggap lebih berbahaya ketimbang goresan luka di hati sang anak...
💢Kadang anak jg lebih rendah nilainya dibanding facebook atau pertandingan bola....
sehingga lebih banyak waktu dan keseriusan yang dihabiskan untuk facebook dan nonton bola ketimbang mendengarkan cerita anaknya di sekolah..
💢Kadang anak lebih rendah nilainya dari handphone..
"gak boleh nanti rusak...!"
kekhawatiran HP rusak lebih besar dibanding kekhawatiran rusaknya perasaan sang anak.
Berapa nilai anak bagi kita?
🌴Adalah sejauh keikhlasan kita menahan diri hingga tidak merusak hatinya....
🌴Adalah sejauh kemampuan kita menempatkan harga dirinya jauh diatas benda-benda mati yang kita miliki...
Benda itu tidak akan menolong kita di yaumil akhir..!
Sementara anak, adalah investasi kita dihadapan Allah.
Dia yg akan memperpanjang usia historis kita dengan doa dan amal sholih yang kita ajarkan dan dia melakukannya..
{وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ} [الأنفال: 28]
28 Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.(QS. 8:28)
🌿Ya Allah...jika ada keburukan akhlak kami ketika membesarkannya...
hilangkanlah dari ingatan anak2 kami...
امين

Selasa, 01 September 2015

Umur 20 an bergaji 7 juta

Jakarta - Pertanyaan dari Pembaca: nama saya Fadhli umur 23 tahun dengan gaji Rp 5 jutaan selama training dan tahun depan kemungkinan akan naik menjadi Rp 7 jutaan.

Saya ingin berkonsultasi tentang pembagian keuangan baik untuk kebutuhan ke depan baik investasi dan rumah, kebutuhan sekarang dan untuk kebutuhan anak muda.

Terima kasih

Jawaban:
Pertama, saya ingin mengapresiasi kesadaran Pak Fadhli atas urgensi pengelolaan keuangan dengan baik guna memenuhi kebutuhan hidup sekarang dan masa depan. Sebagai manusia, kita lebih memiliki kemampuan untuk menentukan pengeluaran yang akan diperlukan di masa depan dibandingkan pendapatan yang akan diperoleh.

Sebab setiap manusia umumnya memiliki pola kebutuhan yang hampir serupa pada tiap tahap kehidupan. Contohnya: seseorang yang lajang umumnya memiliki kebutuhan untuk membeli kendaraan dan persiapan dana pernikahan. Setelah menikah, orang tersebut akan membutuhkan dana untuk membeli tempat tingal dan persiapan dana pendidikan bagi anaknya, dan seterusnya.

Cara efektif untuk melakukan mengelola keuangan dengan baik dilakukan teknik alokasi penghasilan saat ini untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan.

Berikut alokasi ideal yang umumnya saya sarankan dalam mengalokasikan penghasilan:

2,5%- 10% untuk dana sosial seperti zakat dan sedekahMax 35% untuk cicilan seluruh utangMin 10% untuk tabungan dan invesasi40- 60% untuk kebutuhan hidup sehari- hariMax 10% untuk hiburan.Sebagai seseorang yang masih berstatus lajang, Pak Fadhli mungkin tidak membutuhkan alokasi besar pada komponen cicilan utang dan kebutuhan hidup sehari- hari.

Oleh karenanya, Pak Fadhli dapat mengalihkan kelebihan dana pada komponen cicilan utang dan kebutuhan hidup sehari-hari pada komponen tabungan dan investasi. Dana investasi ini bisa Pak Fadhli pergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di masa depan seperti kebutuhan dana pernikahan, dana pembelian kendaraan, dan dana pembelian rumah tinggal.

Semoga informasi di atas dapat membantu Anda untuk mengalokasikan penghasilan guna memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan. Live a beautiful life!
Detik.com

AYAM ATAU BEBEK

AYAM ATAU BEBEK...
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan. Seusai makan malam, mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan, "kwek..kwek."
"Dengar," kata si istri, "itu pasti suara ayam."
"Bukan, itu suara bebek." kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam."
"Mustahil.. Suara ayam itu 'kukuruyuk', bebek itu 'kwek kwek'. Itu bebek, sayang.
"Kwek..kwek." terdengar lagi.
"Nah tu..! Itu suara bebek." kata si suami.
"Bukan, sayang..! Itu ayam. Aku yakin betul." tandas si istri.
"Dengar ya..! Itu adalah suara BEBEK. B-E-B-E-K. Bebek..! Tau?" kata suami dengan penekanan suara.
"Tetapi itu ayam..!"
"Itu jelas-jelas bebek.. Kamu ini, ah..!"
Terdengar lagi suara, "kwek..kwek." Sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya, si istri itu hampir menangis, "Tetapi itu ayam.."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya dia teringat kenapa dia menikahinya.
Wajahnya melembut dan kemudian berkata dengan mesra, "Maafkan aku, sayang. Kurasa kamu benar, itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, sayang." kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kwek..kwek." terdengar lagi suara itu mengiringi mereka.
Si suami sadar, siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.
HIKMAH
Sahabatku, berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas dalam pernikahan kita.
Prioritas utama kita adalah berusaha menyenangkan pasangan jauh lebih penting daripada mencari siapa yang benar atau salah.
Semangat Pagi & Menata Hati Hingga Menjadi Suami-Istri Yang Diridhoi. بسم اللّٰ

Minggu, 30 Agustus 2015

SYAITAN MEMBANTU PEMUDA KE MASJID

Seorang pemuda bangun awal pagi untuk shalat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.

Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu lagi dan berjalan menuju masjid .

Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.

Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.

Dia menanyakan identitas lelaki tersebut. Lelaki itu menjawab, "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..'

Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .

Ketika sampai di masjid, si pemuda bertanya kepada lelaki yang membawa lampu, mengapa tidak masuk dan shalat subuh bersamanya?" Lelaki itu menolak. Pemuda itu mengajak lagi hingga berkali kali dan jawabannya tetap sama.

Pemuda bertanya, "Kenapa menolak untuk masuk masjid dan ikut shalat?" .

Lelaki itu menjawab, "Karena aku adalah Iblis."

Pemuda itu terkejut mendengar jawaban lelaki itu. .

Syaitan kemudian menjelaskan: Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah untuk membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa dosamu.

Saya membuatmu jatuh kali kedua, dan itupun tidak membuatmu berubah pikiran untuk tinggal di rumah, kamu tetap memutuskan kembali masjid. .

Karena itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.

Saya kuaatir, jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa seluruh penduduk kampungmu. Jadi, saya mesti memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat.

Moral kisah ini:

Jangan biarkan Syaitan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yang akan kamu dapat dari segala kesulitan yang kamu temui dalam usahamu untuk melaksanakan niat baik tersebut.

(Jangan menyerah pada usaha ke-100 meskipun masih gagal. Siapa tahu keberhasilanmu berada pada usaha ke-101

Sabtu, 29 Agustus 2015

STEVE JOBS

Tahun 1976, bersamarekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer.Co di garasi milik keluarganya. dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang" mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri. Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya

ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles. Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan micr*soft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOSX, IMacdan salah satu yang fenomenal yaitu iPod. Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

Jumat, 28 Agustus 2015

Ihya ulumuddin QS.Al-Hajj 56

Beramal untuk harapan
Beramal untuk harapan adalah lebih utama dari pada beramal karena rasa takut, karena hamba yang paling dekat dengan Allah adalah yang Allah paling dicintai, dan harapan dan kecintaan bisa didominasi oleh harapan, berharap kebaikan bisa dekat dengan cinta, dan rasa takut bisa membuat lari.

Kamis, 27 Agustus 2015

Jodoh

Jodoh tidak kunjung datang? Kenapa? Demikian salah satu tema yang menjadi ulasan pokok Berita Islami Masa Kini Trans TV di mana kita coba untuk mengulas dan membahasnya lebih dalam menggunakan teks, bukan video.

Jika Anda merasa bahwa jodoh Anda lama dan tidak kunjung datang, artikel ini bisa menjadi rujukan, panduan, atau bahkan oase yang menyejukkan karena membahas secara lengkap mengenai penyebab dan faktor jodoh tidak kunjung datang, hingga mengulas hal-hal yang harus dilakukan menurut ajaran syariat Islam.

Jodoh adalah takdir yang dirahasiakan oleh Allah. Ada sebagian orang yang cepat mendapatkan jodoh, dan pula sebaliknya ada yang sulit mendapatkan jodoh. Semua tergantung dari kehendak Allah dan juga bergantung seberapa ikhtiar dan usaha kita untuk mencari jodoh.

Penyebab jodoh sulit datang
Menurut redaksi Berita Islami Masa Kini Trans 7, ada beberapa sebab, alasan, dan faktor sulit mendapatkan jodoh, antara lain sebagai berikut:
Terlena dengan anggapan bahwa jodoh tidak akan ke mana, tapi ingat bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum apabila ia tidak merubah dirinya sendiri. Dengan prinsip ini, manusia senantiasa dituntut untuk selalu berusaha dan Allah yang menentukan.Terlalu sibuk dengan karier sehingga kekasih bukan menjadi prioritas utama lagiTerlalu idealis dalam menentukan pasangan hidup. Menurut redaksi Berita Islami Masa Kini, terlalu idealis dalam menentukan jodoh menjadi penghambat sulitnya mencari jodoh. Namun, redaksi IslamCendekia.Com justru sepakat dengan sikap idealis mengingat Rasulullah Muhammad Saw juga mengharuskan untuk memilih jodoh yang baik hatinya, rupanya, kualitas hingga riwayat keluarganya. Karena itu, perbaiki sikap,kepribadian dan kualitas kita untuk mendapatkan jodoh yang sesuai dengan apa yang kita harapkanTrauma masa lalu bisa mejadi hambatan karena kisah cinta menyakitkan yang meninggalkan perih dan susah untuk mengobatinya.
Maka jika jodoh kita sulit, lalu apa yang harus kita lakukan sesuai dalam Islam? Apakah ada doa khusus untuk mencari jodoh agar cepat datang? Berikut ini solusi jodoh sulit menurut Islam.
Berupaya dan bersabar

 Sabar adalah kunci untuk menaklukkan keadaan. "Mintalah pertolongan (maksudnya kepada Allah) dengan cara sabar dan sholat." Hal ini dijelaskan dalam QS Al Baqarah 153.


Mengembalikan segala urusan hidup hanya kepada Allah, bukan yang lain

 Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, katakanlah bahwa Aku sangat dekat. Aku akan mengabulkan doa orang yang meminta kepada-Ku apabila ia berdoa kepada-Ku." (QS Al Baqarah 186)"


Prasangka baik dan tawakal karena Allah sebaik-baik pembuat rencana
Kalau sudah berupaya dan ikhtiar sekuat tenaga, tapi jodoh tak kunjung datang, apa penyebabnya?
Terdapat hikmah dari sebuah penundaan jodohLebih menghargai saat jodoh datangAllah ingin memberikan jodoh yang lebih tepat dan tentu terbaik untuk kitaAllah memberikan skenario sehingga kita menjadi pribadi yang lebih matang dan siap
Demikian informasi seputar jodoh yang tidak kunjung datang dari Berita Islami Masa Kini Trans 7. Allah maha tahu dari apa yang tidak diketahui oleh hamba-Nya. Oleh karena itu, apa yang ditetapkan Allah kepada kita adalah apa yang terbaik.

Kalau jodoh dekat dengan kita, berarti itu yang terbaik. Sebaliknya, apabila jodoh jauh atau tidak kunjung datang, hal itu juga terbaik untuk kita. Yang jelas, kita harus tawakal, sabar, selalu berusaha, berserah diri, dan memohon kepada Allah. (IslamCendekia.Com/ Teks dan foto: Lismanto)

Rabu, 26 Agustus 2015

KETIKA ANAK SHOLEH LUPA BERDOA


Ingat maupun tidak, tapi hadist mengenai anak soleh akan mendoakan orangtua, atau anak yang soleh doanya dikabulkan dan akan menolong orangtua ketika di akhirat kelak sangat familiar ditelinga bu Nisa.
Orang tua mana yang tidak mau punya anak yang soleh, segala cara terus dilakukan untuk mendapatkan anak yang soleh. Baik menyekolahkan ditempat yang mahal, yang agamanya bagus, sampai mengantar jauh keluar kota untuk mendapatkan anak yang soleh.
Ya,anak yang soleh harus diupayakan dan sudah merupakan kewajiban orangtua untuk men-solehan anaknya dengan cara yang benar.
www.eramuslim.comBelajarlah anak yang soleh ini, dengan segenap kemampuannya, tawa riangnya membuat dia mampu atau tidak mampu menjadi anak yang soleh. Ada anak yang sebentar saja langsung menjadi soleh, ada anak yang lama sekali baru soleh, ada juga anak yang dipukulin dulu baru soleh. Ada juga anak yang setelah ibu atau ayahnya meninggal baru soleh, memyesal dan teringat semua kata-kata dan nasehat orang tua-nya ketik masih hidup. Selain itu, ada juga anak yang sama sekali tidak soleh, atau gagal menjadi anak yang soleh, bahkan mental dan membenci semua yang berbau Islam, berbau agama, naudzubillhmindzalika.
Orangtua memang harus lelah untuk menjadikan anaknya soleh, bahkan bagi oangtua yang sudah bersusah payah menjadikan anaknya soleh; berdoa setia malam, dan mendatangkan guru dan ustad untuk mengajari anaknya dengan harapan dapat mensolehkan anaknya. Namun, ternyata anak soleh tidak kunjung juga didapatkan, jangan bersedih hati, percayalah Allah tidak tidur.
Panci yang dipakai untuk masak rendang berhari-hari, tentu saja dasar panci akan mengeras dan berwarna hitam, walau akhirnya dipakai untuk sup sekalipun, sang panci tetap berwarna hitam bekas rendang. Maka walau anak yang soleh pada akhirnya tidak sesoleh yang diinginkan, semua pelajaran dan pendidikan untuk mensolehkan anak itu, tetap membekas dalam lubuk hatinya dalam pikirannya, dalam bawah sadarnya. Gerakan sholat yang pernah diajarkan, setiap kebaikan yang selalu dibisikkan, keinginan berbuat baik, ilmu-ilmu tersebut sudah tertanam dan membekas dalam dirinya! Hanya saja lingkungan yang akan mempengaruhinya, bila lingkungan buruk dan kurang nuansa agama, maka akan membuat sang anak tetap soleh dengan versi berbeda. Misal; anak yang dulunya dipesantren lalu menjadi artis sinetron atau penyanyi, maka lagu-lagu yang dibawakan masih religius, tidak liar juga, walau Iingkungannya adalah lingkungan perfileman/entertainment. Namun, keinginan untuk menjadi orang baik dalam lingkungan tersebut tetap ada, masih ada rambu- rambu dalam dirinya. Tidak ada kata sia-sia dalam mendidik anak yang soleh, yang sia sia adalah bila tidak mendidik.
Hanya saja yang suka lupa didengungkan para guru dan orangtua terhadap anaknya adalah menanamkan kebiasaan mendoakan orangtua, bukan dengan doa yang rutin; Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.” Namun, doa yang betul-betul untuk orang tua yang dihayati dan dipahami, dan menanamkan betapa pentingnya arti doa kita bagi orangtua. Doa anak yang soleh bukan doa anak biasa, pertama soleh dulu, kedua adab berdoa dan pentingnya doa tersebut, kalau perrlu sebuah sekolah bagus juga bila mengadakan rutinitas pagi berupa doa bagi orangtua, dimana anak-anak diajarkan dulu menulis dan berpikir doa apa yang sebaiknya dilantunkan buat orangtua.
Tiga hari lagi bu Nisa ulang tahun, dan yang dipikirkannya bukan hadiah dari anak-anak berupa kado ini atau kado itu, tetapi berupa doa yang sudah disiapkn anak-anak sejak minggu lalu, doa yang berkualitas bukan doa yang dihafal beramai-ramai didalam kelas. Doa spesifik yang hanya anak kita lantunkan untuk orang tua tersayangnya.

Ciutan Tommy Tentang Dana Revolusi

Laman pribuminews (13/8) menulis cukup panjang mengenai misteri dana revolusi ini dan dugaan kaitannya dengan Megawati dan PDIP. Inilah salinannya:
Memang, dalam beberapa tahun terakhir kembali beredar kabar mengenai Dana Revolusi, terutama di media-media sosial. Bahkan, bukan cuma pembahasannya yang muncul, tapi juga foto-foto yang katanya berkenaan dengan Dana Revolusi. Jauh sebelum itu, majalah Gatra edisi 12 Agustus 2012 pernah menurunkan hasil wawancara dengan Soebandrio, yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri I pada masa pemerintahan Bung Karno, yang fokus utamanya tentang Dana Revolusi. Ketika itu, Soebandrio masah dalam penjara di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang-Jakarta dan baru mendapat grasi dari Presiden Soeharto. Itulah sebabnya ketika itu beredar isu bahwa grasi yang didapatkan Soebandrio adalah imbalan dari keberhasilannya mencairkan Dana Revolusi.
Pengumpulan Dana Revolusi itu, menurut Soebadrio, diputuskan oleh Presiden Soekarno dan Pemerintahan Kabinet Djuanda. Ketika itu keadaan keuangan negara sangat sulit dan anggaran belanja para menteri sangat terbatas. “Jika menteri kehabisan uang, dibutuhkan tambahan anggaran belanja. Ini makan waktu agak lama, sampai beberapa bulan. Maka, Menteri Keuangan dipersilakan menyediakan Dana Revolusi dalam rupiah, dalam jumlah terbatas. Keadaan keuangan negara waktu itu serba-sulit, separo anggaran belanja negara dipakai untuk perjuangan merebut Irian Barat, kini Irian Jaya. Para menteri yang sangat membutuhkan uang mengajukan permintaan kepada Menteri Keuangan yang meneliti permintaan itu. Jika Menteri Keuangan setuju, kemudian harus diajukan kepada Djuanda untuk mendapat pengesahannya. Setelah Bapak Djuanda meninggal, saya dan Chairul Saleh diberi tugas memberi keputusan terakhir tentang permintaan menteri,” tutur Soebandrio kepadaGatra.
Soebandrio dan Chairul Saleh pun kemudian memberikan persetujuan. “Misalnya untuk Menteri Perindustrian Arumnanto. Jumlahnya Rp 30 juta atas rekomendasi Menteri Keuangan,” katanya.
Dana Revolusi, ungkap Soebandrio, tidak disimpan di luar negeri atas nama dirinya. “Dana Revolusi berwujud rupiah dan hanya disimpan di bank dalam negeri, bukan di luar negeri,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, kira-kira tahun 1980-an, ada orang Malaysia bernama Musa datang ke rumahnya, menemui istri Soebandrio, Sri Kusdyantina, dan Musa mengaku baru tahu bahwa Soebandrio masih hidup setelah melihat fotonya bersama sang istri. Musa mengaku sebagai nasabah Union Bank of Switzerland (UBS).
Kepada Sri Kusdyantina, Musa mengaku tahu persis bahwa di bank Swiss itu ada deposito atas nama Dr Soebandrio sebanyak US$ 130 juta. “Tapi, saya menganggap keterangan itu bohong dan sensasional. Pemerintahan Soekarno sama sekali tak punya dana untuk disimpan di Swiss. Saya pesan kepada istri saya untuk menjawab begitu kalau ditemui Musa. Sebab saya yakin Dana Revolusi itu tak mungkin ada,” katanya.
Soebandrio mengisahkan, Musa terus datang menemui istrinya, sementara Soebandrio masih dipenjara. “Itu berlangsung selama kira-kira satu tahun. Bahkan, dia pernah datang membawa seorang Swiss untuk membuktikan bahwa saya masih hidup dan hukuman saya telah diubah dari vonis mati menjadi hukuman seumur hidup. Musa terus membujuk. Dia berkata, kalau saya sudah mati, dana itu akan menjadi milik bank Swiss. Sayang sekali kalau tak segera diambil. Dia mendesak istri saya agar membujuk saya untuk memberikan surat keterangan bahwa deposito yang ada di Swiss memang atas nama saya. Akhirnya, saya bersedia memberi surat kuasa kepada Musa. Isinya: meminta keterangan tertulis kepada Union Bank of Switzerland, apakah benar deposito di bank tersebut memang atas nama saya. Jadi justru saya yang meminta keterangan, bukan saya yang memberi keterangan. Saya juga tak mengatakan ingin menagih,” katanya.
Namun, sampai Gatra mewawancarai itu, Soebandrio mengaku belum menerima surat jawaban dari UBS. “Jadi, saya belum tahu apakah benar di sana ada deposito atas nama saya,” katanya.
Soebandrio juga mengaku meminta Musa mencairkan dana pribadinya di bank Swiss, sebesar US$ 35 ribu. “Sengaja saya suruh Musa mengurusnya, sekalian untuk mengetes dia, apa benar dia bisa. Ternyata uang itu pun tak bisa diambil. Sekali lagi, saya tak mengutak-utik Dana Revolusi. Uang US$ 35 ribu itu uang saya pribadi,” katanya.
Pada 13 Februari 1986, Soebandrio menulis surat kepada Presiden Soeharto, memberitahukan tentang adanya Dana Revolusi itu. Dalam surat kepada Pak Harto, ia memerinci jumlah dana di Union Bank of Switzerland sebesar US$ 450 juta. Di Barcley Bank Inggris ada emas senilai £ 125 juta.
Namun, dalam wawancara dengan Gatra tersebut, Soebandrio mengaku salah terkait surat kepada Presiden Soeharto. “Itulah kesalahan saya. Saya dan keluarga saya begitu dipengaruhi orang luar, dari tak percaya sampai akhirnya percaya. Mengapa saya menyebut angkanya kepada Pak Harto? Itu karena saya bingung. Banyak orang memberikan data itu berikut menyebutkan tempat penyimpanannya. Mereka juga berkata, kalau saya tak mengaku akan berdosa, yang akibatnya bisa fatal. Saya sebetulnya bukan tak mau mengaku. Tapi, saya memang sangsi barang itu ada,” ujar Soebandrio. Dalam akhir wawancaranya, Soebandrio menegaskan kembali bahwa tidak ada Dana Revolusi atas nama dirinya.
Pada 20 Februari 2015, Tommy Soeharto juga menulis di akun Twitter-nya bahwa dana itu sudah digunakan untuk partai tertentu. “Sebagian dana itu digunakan untuk pembangunan perbaikan usai perang. Sisanya dibawa anak kesayangan dan digunakan untuk kendaraan pribadi,” tulis Tommy.
Itu artinya Dana Revolusi, menurut Tommy, sudah cair dan dibawa “anak kesayangan”, yang sebagian digunakan membiayai partai politik. Anak kesayangan siapa yang dimaksud? Apakah anak kesayangan Bung Karno, mengingat keputusan perlunya Dana Revolusi itu datang dari Bung Karno? Megawatikah yang dimaksud Tommy. Apakah partai politik yang dibiayai dari Dana Revolusi itu juga maksudnya PDIP, karena Megawati adalah Ketua Umum PDIP?
Kesan itu ke arah sana semakin kuat karena Tommy seakan memberi kode dengan frasa “keluarga yang tidak akur”. Karena, seperti diketahui, hubungan Megawati dan adiknya, Rachmawati, mengesankan ketidakakuran di antara mereka. Dalam kasus KPK-Polri saja, misalnya, Rachmawati kerap mengecam keras Megawati karena ia anggap sebagai biang keladi kekisruhan itu. Malah, pada 19 Februari 2015), Rachmawati menyebut Mega sebagai Ibu Budi Gunawan, komisaris jenderal polisi yang dicalonkan Presiden Joko untuk jadi Kapolri, namun dibatalkan meski DPR telah menyetujui.
“Budi Gunawan memiliki hubungan yang begitu erat dengan Ibu Budi. Dia mendapatkan privilese saat Ibu Budi menjadi presiden. Penunjukan BG sebagai calon Kapolri tidak terlepas dari tekanan Ibu Budi,” kata Rachmawati.
Jadi, benarkan keluarga tidak akur yang dimaksud itu adalah keluarga Bung Karno? Entahlah. Yang pasti, dalam twit selanjutnya, Tommy menulis, “Itu baru beberapa kata dari saya. Lain kali akan saya lanjutkan. Sebaiknya lain kali kalau tidak mau ditelanjangi jangan menelanjangi,” katanya.(nn)

TANGISAN NABI MUHAMMAD

muhammad
Setiap pohon yang tidak berbuah, seperti pohon pinus dan pohon cemara, tumbuh tinggi dan lurus, mengangkat kepalanya ke atas, dan semua cabangnya mengarah ke atas. Sedangkan semua pohonnya yang berbuah menundukkan kepala mereka, dan cabang-cabang mereka mengembang ke samping. Rasulullah adalah orang yang paling rendah hati, meskipun dia memiliki segala kebajikan dan keutamaan orang-orang dahulu kala dan orang-orang sekarang, dia seperti sebuah pohon yang berbuah. Menurut sebuah riwayat, beliau bersabda, “Aku diperintahkan untuk menunjukkan perhatian kepada semua manusia, untuk bersikap baik hati kepada mereka. Tidak ada Nabi yang sedemikian diperlakukan dengan sewenang-wenang oleh manusia selain aku.”
Kita tahu bahwa beliau dilukai kepalanya, ditanggalkan giginya, lututnya berdarah karena lemparan batu, tubuhnya dilumuri kotoran, rumahnya dilempari kotoran ternak. Beliau di hina, dan di siksa dengan keji.
Saat beliau berdakwah di Thaif, tak ada yang didapatkannya kecuali hinaan dan pengusiran yang keji. Ketika Rasulullah menyadari usaha dakwahnya itu tidak berhasil, beliau memutuskan untuk meninggalkan Thaif. Tetapi penduduk Thaif tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan. Lemparan batu yang mengenai Nabi demikian hebat, sehingga tubuh beliau berlumuran darah.
Dalam perjalanan pulang, Rasulullah Saw. menjumpai suatu tempat yang dirasa aman dari gangguan orang-orang jahat tersebut. Di sana beliau berdoa begitu mengharukan dan menyayat hati. Demikian sedihnya doa yang dipanjatkan Nabi, sehingga Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemuinya. Setibanya di hadapan Nabi, Jibril memberi salam seraya berkata, “Allah mengetahui apa yang telah terjadi padamu dan orang-orang ini. Allah telah memerintahkan malaikat di gunung-gunung untuk menaati perintahmu.” Sambil berkata demikian, Jibril memperlihatkan para malaikat itu kepada Rasulullah Saw.
Kata malaikat itu, “Wahai Rasulullah, kami siap untuk menjalankan perintah tuan. Jika tuan mau, kami sanggup menjadikan gunung di sekitar kota itu berbenturan, sehingga penduduk yang ada di kedua belah gunung ini akan mati tertindih. Atau apa saja hukuman yang engkau inginkan, kami siap melaksanakannya.”
Mendengar tawaran malaikat itu, Rasulullah Saw. dengan sifat kasih sayangnya berkata, “Walaupun mereka menolak ajaran Islam, saya berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat nanti akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.”
Ketika Makkah berhasil ditaklukkan, beliau berkata kepada orang-orang yang pernah menyiksanya, “Bagaimanakah menurut kalian, apakah yang akan kulakukan terhadapmu?” Mereka menangis dan berkata, “Engkau adalah saudara yang mulia, putra saudara yang mulia.” Nabi Saw. bersabda, “Pergilah kalian! Kalian adalah orang-orang yang dibebaskan. Semoga Allah mengampuni kalian.” (HR. Thabari, Baihaqi, Ibnu Hibban, dan Syafi’i).
Abu Sufyan bin Harits, sepupu beliau, lari dengan membawa semua anak-anaknya karena pernah menyakiti Rasul Saw., maka Ali bin Abi Thalib Ra. bertanya kepadanya, “Hai Abu Sufyan, hendak pergi kemanakah kamu?” Ia menjawab, “Aku akan keluar ke padang sahara. Biarlah aku dan anak-anakku mati karena lapar, haus, dan tidak berpakaian.”
Ali bertanya, “Mengapa kamu lakukan itu?” Ia menjawab, “Jika Muhammad menangkapku, niscaya dia akan mencincangku dengan pedang menjadi potongan-potongan kecil.”
Ali berkata, “Kembalilah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya dengan mengakui kenabiannya dan katakanlah kepadanya sebagaimana yang pernah dikatakan oleh saudara-saudara Yusuf kepada Yusuf, ….Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). (QS. Yusuf [12]: 91).
Abu Sufyan pun kembali kepada Nabi Saw. dan berdiri di dekat kepalanya, lalu mengucapkan salam kepada beliau seraya berkata, Wahai Rasulullah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan engkau atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). (QS. Yusuf [12]: 91).
Rasulullah Saw. pun menengadahkan pandangannya, sedang air matanya membasahi pipinya yang indah hingga membasahi jenggotnya. Rasulullah menjawab dengan menyitir firman-Nya, …Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu. Mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. (QS. Yusuf [12]: 92).
Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Bacakan al-Quran kepadaku.”
Ibnu Mas’ud berkata, “Bagaimana aku membacakannya kepada Engkau, sementara al-Quran itu sendiri diturunkan kepada Engkau?”
“Aku ingin mendengarnya dari orang lain,” jawab beliau. Lalu Ibnu Mas’ud membaca surat an-Nisa hingga firman-Nya, Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (QS. an-Nisâ [4]: 41).
Begitu bacaan tiba pada ayat ini, beliau bersabda, “Cukup.”
Ibnu Mas’ud melihat ke arah beliau, dan terlihatlah olehnya bahwa beliau sedang menangis.
Dalam kisah ini kita memperoleh pelajaran berharga, bahwa Rasulullah Saw. sangat mencintai umat manusia. Beliau sangat mengharapkan agar orang-orang kafir itu beriman. Karena balasan kekafiran adalah neraka yang menyala-nyala. Rasulullah sendiri pernah melihat neraka. Dia melihat sungguh mengerikan neraka itu. Hingga ketika menyadari hal itu, mengalirlah airmatanya dengan deras.
Abu Dzar Ra. meriwayatkan dari Nabi Saw., bahwa beliau mendirikan shalat malam, sambil menangis dengan membaca satu ayat yang diulang-ulangi, yaitu, Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau juga. (QS. al-Maidah [5]: 118).
Dan diriwayatkan saat hari kiamat tiba, beliaulah orang yang pertama kali dibangkitkan. Yang diucapkannya pertama kali adalah, “Mana umatku? Mana umatku? Mana umatku?” Beliau ingin masuk surga bersama-sama umatnya. Beliau kucurkan syafaat kepada umatnya sebagai tanda kecintaan beliau terhadap mereka. Beliau juga sering berdoa, Allahumma salimna ummati. Ya Allah selamatkan umatku.
Keadaan diri Nabi Muhammad Saw. digambarkan Allah Swt. dalam firman-Nya, Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. at-Taubah [9]: 129).
Alangkah buruknya akhlak kita bila tak mencintai Nabi, sebagaimana Nabi mencintai kita, berkorban untuk kita, dan meneteskan airmatanya untuk kita. Di sini, apakah kita hanya berdiam diri saat Nabi dihina, seolah kita bukan lagi umatnya. Apakah kita rela Nabi berdakwah seorang diri dan kemudian dilempari batu hingga berdarah-darah, sementara umatnya yang begitu banyak hanya bisa berdiam diri? Tangisan sang Nabi hendaknya menjadi pengingat kita, untuk lebih mencintainya, membelanya, bahkan berkorban nyawa untuknya, sebagaimana ia telah berkorban nyawa untuk kita agar kita selamat dari siksa neraka.