Rabu, 09 September 2015

Sholat Menggugurkan Dosa

Dari Sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar dari rumahnya ketika musim gugur di saat daun-daun berguguran dari pepohonan. Beliau mengambil setangkai ranting pohon, dan daun-daunnya langsung berguguran. Beliau berkata, “Wahai Abu Dzar!” Sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu menyahut, “Labbaik! (Aku siap sedia!), ya Rasulullah!” Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim yang menunaikan shalatnya semata-mata karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran sebagaimana daun-daun ini berguguran dari rantingnya.” (H.R. Ahmad, dari Kitab At-Targhib)

Untuk Dosa-Dosa Besar Perlu Bertaubat secara Khusus

Ada satu hal yang perlu direnungkan. Menurut para ulama, berdasarkan kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Baginda NabiShallallahu ‘alaihi wasallam, shalat dan ibadah-ibadah yang lain hanya menghapus dosa-dosa kecil.

Sedangkan dosa-dosa besar tidak dapat diampuni tanpa bertaubat secara khusus. Oleh sebab itu, selain mengerjakan shalat, hendaknya kita selalu bertaubat dan beristighfar, jangan sampai kita melalaikannya. Jika Allah Subhaanahu wata’ala mengampuni dosa-dosa besar karena kemurahan-Nya sebab shalat kita, itu perkara lain.

أستغفر اللّٰه العظيم و أتوب إليه

38,8 persen jemaah telah berada di Mekkah


Mekkah (ANTARA News) - Sekitar 38,8 persen dari 155.200 jemaah Indonesia telah memadati kota suci Mekkah Al Mukarammah baik yang datang dari Madinah maupun Jeddah, untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Seksi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Reza Muhammad Marzal, di Mekkah, Arab Saudi, Senin, menjelaskan sampai pukul 17.00 waktu setempat, jumlah jemaah calon haji Indonesia yang telah berada di Mekkah mencapai 60.218 orang.

"Mereka terdiri dari 59.491 jemaah dan 723 petugas haji Indonesia yang datang dari Madinah dan Jeddah," ujarnya.

Reza menguraikan total jemaah yang datang dari Madinah setelah melaksanakan ibadah Arbain di Masjid Nabawi mencapai 41.268 orang dari 100 kelompok terbang (kloter) dan didampingi 499 petugas kloter. Sedangkan jemaah yang datang dari Jeddah sebanyak 18.950 orang dari 45 kloter dan didampingi oleh 224 petugas.

"Jadi jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Mekkah sampai dengan sore ini mencapai 60.218 orang yang tergabung dalam 145 kloter," kata Reza.

Jumlah tersebut, lanjut dia, akan terus bertambah sampai dengan tanggal 17 September 2015 atau sekitar H-7 sebelum puncak ibadah haji di Arafah.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Daker Mekkah M Ismail Aini mengatakan, Selasa (8/9) Mekkah akan kembali menerima kedatangan jemaah dari Tanah Air yang masuk melalui Jeddah.

"Dijadwalkan ada sembilan kloter dari Jeddah akan tiba di Mekkah sepanjang Selasa dengan total jemaah mencapai 3.812 orang," katanya.

Kesembilan kloter berasal dari delapan embarkasi yaitu Solo (SOC) sebanyak dua kloter, dan masing-masing satu kloter dari embarkasi Jakarta Bekasi (JKS), Makassar (UPG), Jakarta Pondok Gede (JKG), Palembang (PLM), Medan (KNO), Batam (BTH), dan Surabaya (SUB).
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Senin, 07 September 2015

Minggu, 06 September 2015

Syafaat Nabi Yang Disia-siakan...


Dalam sehari semalam ada lima kali adzan berkumandang. Dalam setiap kali adzan itu, ada peluang syafaat yang dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Janji Nabi itu amat pasti. Tidak akan diingkari. Sayangnya, banyak sekali kaum Muslimin yang tidak sadar, atau pura-pura lalai terhadap hal yang amat agung ini.

Bahkan ada banyak di antara mereka yang tuli saat adzan berkumandang. Bukan tuli fisik, tetapi tuli maknawi. Mendengar, tapi tak menjawab adzan. Mendengar, tapi tak bergegas mendatangi masjid untuk mengikuti shalat berjamaah. Padahal, dalam setiap kali adzan itu, ada janji pembagian syafaat dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada seluruh umatnya.

Dalam sehari saja, misalnya, ada lima kali adzan yang berkumandang dari satu masjid. Jika sepekan, jumlahnya ada tiga puluh lima kali adzan (tujuh hari). Jika satu bulan, maka jumlah adzan yang berkumandang ada seratus lima puluh kali. Jika setahun, tiga ratus enam puluh lima hari, maka jumlah adzan yang berkumandang ada seribu delapan ratus dua puluh lima kali adzan.

Jika setahun saja ada 1825 kali adzan berkumandang, dan saat ini usia kita sudah dua puluh tahun, misalnya, maka seharusnya kita sudah mendengarkan adzan sebanyak 36.500 kali atau 36.500 kali peluang mendapatkan syafaat Nabi. Angka itu akan terus bertambah atau berkurang disesuaikan dengan usia kita saat ini.

“Barang siapa yang setelah mendengar adzan membaca doa, ‘Allahumma Rabba haadzihid-da’watit-tammaati. Wash-shalatil qaa-imati. Aati Muhammadanil washiilata wal fadhiilah. Wab ‘atshu maqaamam mahmuda-nilladzii wa ‘adtahu.(Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat akan didirikan ini. Karuniakanlah kepada Muhammadwashilah dan keutamaan, serta anugerahkanlah kepadanya tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya)’, maka ia berhak mendapatkan syafaat pada hari Kiamat kelak.”

Hadits ini diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah dan dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Spirit dari pekerjaan kecil

Seorang lelaki tua sepanjang hari menyusuri rel kereta, tangannya selalu membawa sebuah kunci memeriksa satu persatu mur penyangga rel jika ditemukan mur yang kendor / mau lepas, dengan cekatan baut itu kembali dirapatkan sehingga tertanam dengan sempurna seperti sedia kala tidak pernah terlewatkan satu murpun.

seorang anak muda yang baru dikenalnya mencoba menemaninya sudah berapa lama kau lakukan pekerjaan ini pak tua ?'sejak usia 20 tahun pertama kali aku bekerja sebagai tenaga honorer di perusahaan Kereta Api Negeri ini anak muda' sahut pak tua sambil tersenyum.

Hah selama itukah bapak melakukan pekerjaan yang sama terus menerus, bapak tidak bosan . . ???'tidak anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini . . .sampai matipun aku akan tetap melakukan pekerjaan ini' disinilah hidupku !''pasti gaji bapak besar, sehingga bapak betah dengan pekerjaan ini' sang pemuda masih penasaran . .' gajiku hanya cukup untuk makan aku dan istriku di rumah' 'apakah bapak punya anak yang masih harus dibiayai hidupnya ?''anakku semua sudah menjadi orang sukses, sudah tidak memerlukan uangku, bahkan tidak jarang anakku yang memberi uang padaku . . .' sahut pak tua sambil tetap tersenyum.

'mestinya bapak tinggalkan pekerjaan ini, sudah waktunya beristirahat dirumah menikmati hari tua bersama istri' sang pemuda masih penasaran . . . 'bapak terlihat rapuh dan ringkih melakukan pekerjaan ini. . .'

lagi-lagi pak tua tersenyum 'anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini, tidak mungkin aku meninggalkannya' . . . .'tapi apa yang kau cari pak tua ??? anak sudah menjadi orang sukses, istri setia menunggu di rumah, gaji juga tidak seberapa, lihatlah tubuhmu yang sudah renta !!!'

'anak muda . . . rupanya kau masih belum mengerti juga kenapa aku begitu mencintai pekerjaan ini . . bukan uang yang kucari anak muda' pak tua semakin tersenyum lebar . . .'lalu apa yang kau cari ?? potong sang pemuda dengan cepat .

'Spirit anak muda . . semangat . ..lihatlah, berapa nyawa yang terselamatkan karena pekerjaanku ini . .! bayangkan . . .sehari aja kutinggalkan pekerjaan ini, kemudian ada mur penyangga rell yang lepas . .itu bisa membahayakan perjalanan kereta api, ingatlah satu penumpang di kereta api ini pasti memiliki beberapa orang yang mencintainya , , ... bayangkan lagi jika seandainya kereta api mengalami kecelakaan dan seluruh penumpangnya meninggal, akan ada beberapa ribu orang yang meratapi kepergian orang-orang yang dicintainya . Spirit itulah yang selalu menemaniku bekerja selama ini,

Sabtu, 05 September 2015

Telinga dan Keajaiban Pendengaran

Allah menciptakan telinga dalam bentuk yang paling indah dan sesuai dengan fungsinya. Dia menjadikan bentuk daun telinga seperti sendok agar dapat mengumpulkan suara sehingga masuk ke dalam lubang telinga. Juga agar hewan serangga yang merayap disana dapat dengan cepat di keluarkan. Dia menciptakan lipatan, rongga, dan lengkungan lengkungan yang dapat menahan dan mengontrol udara dan suara yang masuk, mengurangi pedasnya, kemudian baru mengirimkannya ke lubang telinga. Diantara hikmah itu semua, agar jalannya menjadi panjang bagi hewan sehingga ia tidak dapat sampai ke lubang telinga sebelum manusia terbangun atau sadar untuk mencegahnya. Selain itu masih ada hikmah yang lain, sesuai dengan hikmah-Nya juga, Dia menjadikan air telinga amat pahit, sehingga hewan tidak dapat melewati menuju ke dalam telinga, (Sumber : Miftah Daris Sa'adah)

Mengapa Kapten San Jin Gu Memeluk Islam


KAPTEN San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini kejadian lama memang.
Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada dekat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada saat mempraktekan itulah ia merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya.
Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yabg ia pimpin (disamping Yoga), dan ternyata sebagian besar prajurit setelah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut merasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.
Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.
Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”.
Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandanya – untuk juga memeluk Islam. [sahabatstars]
Sumber : islampos.com

Kisah Berkat Di Balik Membaca Basmallah

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan. Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."

Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."

Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."
Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca,


"Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.

Baju Melayu BSI dan BEL menjadikan juara 3 lomba nyanyi









Nikmat Allah Yang Tak Terhitung

Suatu hari ada seorang lelaki mendatangi Yunus bin Ubaid. Dia mengadukan kondisi hidupnya yang susah serta kesedihan itu semua. Lalu Yunus pun menanyainya, ”Apakah kamu suka bila penglihatan yang kamu pergunakan untuk melihat ditukar dengan uang seratus ribu?”

Dia menjawab, ”Tidak.”

Yunus kembali bertanya, ”Apakah kamu suka bila pendengaran yang kamu gunakan untuk mendengar ditukar dengan uang seratus ribu?”

Dia menjawab, ”Tidak.”

”Apakah kamu suka bila akal yang kamu gunakan untuk berfikir ditukar dengan uang seratus ribu?”

Dia kembali menjawab, ”Tidak.”

Yunus bertanya lagi, ”Bagaimana dengan dua tanganmu bila diganti dengan dengan uang seratus ribu?”

”Tidak mau.” jawabnya.

Yunus masih bertanya lagi, ”Lalu bagaimana dengan kedua kakimu?”

Beliau terus menyebut berbagai nikmat yang dikaruniakan Allah ta'ala kepadanya, lalu beliau menasehatinya, ”Aku melihat kamu memiliki ratusan ribu namun masih mengeluhkan kebutuhanmu?”

Jumat, 04 September 2015

Belajar Dari Nelayan

Sebagai seorang nelayan kecil yang pekerjaannya mengail ikan di laut untuk menghidupi keluarganya, sehari mengail belum tentu akan mendapatkan hasil. Namun ketika seekor ikan menggelepar terkait mata kailnya, tiba-tiba datang seseorang dan merampas hasil tangkapannya.

”Hai! Berikan ikan itu padaku!” kata orang itu.

”Tapi ikan ini hasil tangkapanku,” jawab si nelayan.

”Masa bodo!” teriak orang itu seraya merampas ikan itu dari tangan nelayan dengan kasar.

Tanpa dapat mencegahnya nelayan yang lemah itu hanya menatap orang yang merampas ikannya pergi meninggalkan tempat itu dengan pandangan kosong.

”Ya Allah, mengapa Kau ciptakan aku sebagai orang yang lemah seperti diriku? Dan Kau ciptakan orang lain lebih kuat dan gagah, sehingga dia bertindak sewenang-wenang kepada orang yang lemah seperti aku ini. Maka ciptakanlah ya Allah, makhluk lain yang lebih kuat dari dia, yang dapat mengalahkan dia agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi umat manusia,” ratap nelayan itu dalam doanya.

Tanpa mempedulikan keluhan nelayan miskin itu, orang kasar itu pulang dan membakar ikan hasil rampasannya. Dengan nafsunya, ia akan menyantap ikan bakar yang ada di atas mejanya. Namun malang baginya, ketika akan mengambil dan memakan ikan itu, sebuah duri mencocok jari tangannya.

”Ah!” orang itu memekik kesakitan.

Dan dengan seizin Allah, tangan yang kena duri ikan itu makin hari makin bertambah parah lukanya. Bagaikan kanker yang ganas, luka yang menjadi borok itu merambat ke lengan tangannya.

 Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengobati lukanya, tetapi tidak juga sembuh bahkan sampai harus dipotong sebatas sikunya. Tetapi meskipun tangannya sudah dipotong, baksil-baksil yang menyebabkan infeksi di tangan itu masih saja semakin mengganas hingga orang itu nyaris menjadi putus asa.

Dalam keputusasaannya itu, ketika ia tertidur bermimpi seolah-olah mendengar suara nelayan yang ikannya pernah dirampas beberapa waktu dulu, ”Kembalikan hak itu kepada pemiliknya, itu bukan hakmu!”

Seketika orang itu terbangun dari tidurnya, hatinya termangu. Ada perasaan bersalah pada dirinya yang selama ini tak pernah disadarinya. Hati nuraninya tersentuh akibat peringatan nelayan lewat mimpinya.

”Ya, itu memang bukan hakku. Aku harus mengembalikan kepada pemiliknya,” kata hati orang itu yang melecuti perasaannya.

Dengan sikap yang tegas dan hati yang mantap, dilangkahkan kakinya mencari nelayan miskin yang pernah dirampas ikannya itu. Setelah dijumpainya, orang itu menyerahkan uang sepuluh ribu dirham sebagai tebusan seekor ikan yang pernah dirampasnya beberapa waktu yang lalu.

Hatinya kini merasa lega, dia merasa terbebas dari kutukan perasaan yang selama ini menghantuinya. Alhamdulillah, atas seizin Allah pula sejak itu luka di tangannya mulai membaik. Baksil-baksil dan ulat yang menggerogoti tangannya berangsur-angsur mati dan hilang, dan luka itu menjadi sembuh. Tangan yang membusuk dan hampir diamputasi lagi sampai sebatas lengan kini telah sembuh. Lelaki itu kini telah dapat mengambil hikmah dari apa yang pernah diperbuatnya.

Hati Manusia

Dalam Mu'jam Maqayis Al-lugah dijabarkan pengertian kata qalbu, pertama, hati itu mudah berubah, sehingga Nabi berdoa." Ya Allah yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku diatas agamaMu "HR.At- Turmudzi dari Anas bin Malik), Kedua, hati adalah bagian paling murni dan mulia. Sehingga Nabi Bersabda " Sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging.jika dia baik maka baik pula seluruh anggota tubuh, Jika rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuh.Ketahuilah ia adalah hati" (HR.Al- Bukhari dan Muslim)

Ajari Anak Kita dengan Quran


Kajian ahad pagi ini di ma'had Isy Karima :

Pertanyaan : bagaimana menjadikan anak menjadi hafal qur'an di usia dini?

Jawaban syaikh : salah satu rahasia bisa hafal qur'an pada usia 9 tahun dan adalah banyak anak2 dibawah 6 tahun selama 5 bulan menghafal sudah selesai 30 juz,ini dikarenakan sejak ibunya hamil ibunya selalu mengkhatamkan qur'an,seminggu sekali atau sesering mungkin sehingga pada saat lahir anak2 ini sudah menyimpan qur'an dan pada saat menghafal sudah tidak susah karena tinggal memurojaah,anak2 ini sudah curi start duluan pada saat masih di dalam kandungan ibunya.

Kalau tidak bisa membaca qur'an disetel murrotal,radio,televisi yang berisi qur'an.

Fase Paling penting adalah tahapan awal sebelum lahir - anak usia 10 th.

Ibu adalah madrasah pertama,jadi yg paling berperan di fase terpenting adalah IBU.

Metode menghafal paling efektif adalah sesering mungkin anak didengarkan qur'an.

Maka jagalah pendengaran anak dengan hal2 yang baik.

Peran ayah setelah anak lahir :

1. Mengajarkan kecintaan kepada qur'an,mengajak anak2 ke masjid.

2. Mengantarkan anak2 ke halaqoh qur'an.

3. Belajar qur'an sedikit demi sedikit dimulai dari surat2 pendek.

Dibutuhkan kedisiplinan .
Anak2 tidak dipaksa duduk diam selama satu jam untuk menghafal,main 10 menit ngaji 20 menit agar anak tidak bosan.

Konsep yang harus dibenarkan adalah sekolah anak yang sebenarnya adalah dirumah,jangan menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah.
Pengawasan orangtua sangat penting.

Kesimpulan : ajari anak anakmu qur'an maka qur'an akan mengajari anak anda semua ilmu.

(Syekh Ashron Al Hafidz, dari Mesir, usia 9 tahun hafal Qur'an, usia 15 tahun selesai Qiro'ah 'Asyaroh)

Kamis, 03 September 2015

Hikmah Tahajjud

Sewaktu si fulan esok harinya akan melaksanakan test interview untuk sebuah pekerjaan pada jam 9.30 pagi esok hari, nenek si fulan pun sehari sebelumnya menyarankan untuk shalat tahajjud pada malam harinya. Dikarenakan bangun malam pada malam hari, maka sifulan ini mengantuk, eh… ketiduran, malah sampai Orion dan ketika dilihat sudah jam 11.00 maka tidak sampailah dia di Wisma Nugra Santana, tempat dimana dia seharusnya interview, dan menggerutulah dia sambil menyalahkan neneknya.

Kemudian menyebranglah dia untuk berganti bis untuk pulang sambil terus dalam hatinya menyalahkan neneknya, karena ternyata tahajjudnya tadi malam itu malah menyulitkannya hari ini, bukan memudahkan dia untuk lulus … tapi benarkah??

Sesaat kemudian ada seseorang laki-laki yang berdasi dilonggarkan seperti kelelahan, dan berjas safari masuk. karena tidak punya tempat duduk dan dia berdiri didekat sifulan, maka sifulan ini mempersilahkan laki laki itu untuk duduk, kemudian terjadilah percakapan

”Dari mana pak, kok kayaknya kecapean?””ini, sopir saya nggak bisa mengantar saya kekantor, karena harus mengantar istrinya, lalu mobilnya malah rusak sekalian, dan ketika saya perbaiki, ada beberapa kunci yang belum dimasukkan ke bagasi oleh sopir saya, jadinya malah nggak bisa apa-apa, mending saya kekantor pakai bis saja…”

”Lalu ade sendiri mau kemana?”
“Iya nih pak… saya juga sebenarnya mau interview, di Nugra Santana, tapi karena tahajjud tadi malam, malah ketiduran sampe sini”
” saya juga mau ke Nugra Santana, memangnya interview dimana dek?” sambil berfikir bahwa sifulan ini baik juga ahlaknya karena mau tahajjud

“di PT.XXXX” jawab si fulan

Cuma dalam hitungan detik , bapak itu mencoba melihat formulir dari si fulan. dan kemudian dilihatnya sesuatu yang menarik baginya, lalu dikatannya kepada si fulan

”Dek, anda tahu? formulir pemanggilan ini yang ditanda tangani ini adalah formulir dari PT saya, dan sayalah yang bertanda tangan dibawah ini untuk memanggil adek”…

Tanpa fikir panjang lagi, laki laki itu memutuskan sifulan pun langsung bisa masuk menjadi karyawan PT itu, tanpa susah susah wawancara. Subhanallah. …

kemudian cerita yusuf sedikit dilanjutkan. .

Pas sifulan ngikutin bapak itu untuk masuk kekantornya, kan banyak orang yang lagi duduk nunggu untuk wawancara, mungkin dalam hati ada senyum kemenangan sambil berujar pada hatinya ” pada kagak tahajjud sih lu pada…” hehehee….. ..

So… mari mencoba untuk selalu tahajjud… yukk semangatt !!!

HIKMAH DI BALIK DOA YANG BELUM TERKABUL

Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.

Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran.

Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi.
Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana?
Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula. Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela.

Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz. Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta. Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.
Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak.

Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.
Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah.
Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin ya rabb.

Sedekah yang Menghajikan

Pak Asep membenahi barang dagangannya, guratan-guratan tua di kening, wajahnya tetap kelihatan bening. Sejak setahun lalu kopiah putih selalu menghiasi kepalanya, menutupi rambutnya yang seluruhnya telah berwarna putih. “Alhamdulillah Jang, kadang sepi kadang ramai,” katanya menceritakan usahanya dengan bibir terus tersenyum. Dalam usia yang ke 67 ini Pak Asep ditemani istrinya mengurus warung kelontong berukuran 3 kali 4 meter.

Pak Asep dan istrinya belum dikaruniai anak. Diusia yang senja mereka terlihat menikmati hidup. Toko kelontong yang ada di depan rumahnya yang ada di sebuah gang kecil di Bandung itu jadi satu-satunya penopang kebutuhan hidup mereka sehari-hari. “Ini kenang-kenangan dari Mekkah, Jang,” menunjuk kopiah putihnya. Pak Asep dan Istrinya memang pergi ke tanah suci tahun lalu. “Dari dulu Bapak pingin pergi haji”, lanjutnya.

Hal ini membuatnya berkomitmen untuk menabung sedikit demi sedikit dari hasil penjualan barang-barang di warungya. “Saya mah pokoknya niat pingin sekali pergi ke tanah suci,” lanjutnya. Bertahun-tahun sudah tabungannya, sesekali dihitungnya sekedar untuk makin menguatkan keinginannya. “Kurang beberapa juta lagi, Nyi, cukup da, beberapa tahun lagi, gak lama,” katanya pada istrinya. Senyum Pak Asep dan Istrinya merekah.

Terbayang ia bersama istrinya akan berthawaf keliling mengucapkan talbiah, “Labbaik Allaahumma Labbaik”. Saat-saat yang diimpikannya bertahun-tahun, untuk menyempurnakan rukun Islam, rindu di hari tuanya mendekat kepada Sang Khalik .

Dalam hari-hari semangatnya berhaji itu, tiba-tiba sampai di telinganya sebuah kabar tentang tetangganya masuk rumah sakit dan harus dioperasi. Para tetangga sebenarnya sudah iuran membantu meringankan biaya rumah sakitnya. Tapi biaya operasi memang mahal. Pak Asep tersentak……….

Terbayang olehnya uang tabungannya untuk biaya haji dapat membantu operasi tetangganya yang tak berpunya. “Haji ibadah, sedekah juga ibadah, gak apa sedekah kan uang kita untuk berobat, Ki,” istrinya mendukung uang tabungannya bertahun-tahun itu diberikan untuk biaya tetangganya yang dioperasi di rumah sakit.

“Kang, terima ini ya, rezeki mah dari Allah, mungkin emang lewat saya, biarlah ini jadi jalan makin yang mendekatkan aku pada Allooh, moga-moga cepet sembuh, kang,” katanya sambil menyerahkan amplop tebal uang tabungannya yang berbilang tahun itu. Dipeluknya Pak Asep dengan erat.

Sedikit yang tahu ketulusan Pak Asep dan Istrinya ini.

Ketika dokter yang merawat temannya ini heran dari mana ia bisa membiayai operasi yang mahal ini, maka sampailah cerita tentang uang tabungan Pak Asep ini. “Boleh saya dikenalkan sama Pak Asep, pak?” sambut sang dokter terharu. Maka ditemuinya Pak Asep dan istrinya. Dan ditemuinya keteduhan seorang dermawan. Raut wajah yang kaya, meski dalam kesederhanaan hidup. “Pak Asep, saya ada rezeki, bolehkan saya ikut mendaftarkan Bapak dan istri pergi haji bersama saya dan keluarga?” Sang dokter menawarkan. Pak Asep dan istriya sejenak berpandangan. Tak kuat lagi menahan haru, dipeluknya dokter dermawan tadi. “Alloh Maha Kaya,” ucapnya lirih di telinga dokter.

(sahabat, menangislah kalau terharu…..).

Maka kakinya kemudian hadir di Baitullah, berhaji, dengan karunia dan rezeki dari Allah. Pak Asep dan istri seakan mereguk hidangan Allah yang sempurna, buah dari kedermawanannya.

Kisah Pak Asep mungkin saja banyak terjadi kehidupan kita. Pak Asep-Pak Asep lain pun telah menggores hikmah kehidupannya sendiri. Atau bahkan telah pula sering kita alami sendiri. Dan selalu saja sedekah akan menyuburkan hati kita, memberkahi kehidupan kita. Maka mengapa kita menunda sedekah kita ?

Rabu, 02 September 2015

Mari kita renungkan sejenak


💢Kadang dia lebih rendah dari sebuah guci kristal.
Ketika guci itu pecah tanpa sengaja, maka rasa marah kemudian memecahkan perasaan anak, merendahkan nilai anak....
guci lebih berharga saat itu..!
💢Kadang dia lebih rendah nilainya dari sebuah mangkok atau piring..
Yang jika pecah, suara kemudian meninggi memecahkan hati sang anak..
💢Atau lebih rendah dari semangkok sayur yang tertumpah, karena tangan kecilnya berusaha membantu ibu di dapur.
Mata yang melotot terasa lebih pantas walaupun harus menumpahkan air mata sang anak...!
💢Atau lebih rendah dari sebuah mobil baru yang jika tergores, maka goresannya dianggap lebih berbahaya ketimbang goresan luka di hati sang anak...
💢Kadang anak jg lebih rendah nilainya dibanding facebook atau pertandingan bola....
sehingga lebih banyak waktu dan keseriusan yang dihabiskan untuk facebook dan nonton bola ketimbang mendengarkan cerita anaknya di sekolah..
💢Kadang anak lebih rendah nilainya dari handphone..
"gak boleh nanti rusak...!"
kekhawatiran HP rusak lebih besar dibanding kekhawatiran rusaknya perasaan sang anak.
Berapa nilai anak bagi kita?
🌴Adalah sejauh keikhlasan kita menahan diri hingga tidak merusak hatinya....
🌴Adalah sejauh kemampuan kita menempatkan harga dirinya jauh diatas benda-benda mati yang kita miliki...
Benda itu tidak akan menolong kita di yaumil akhir..!
Sementara anak, adalah investasi kita dihadapan Allah.
Dia yg akan memperpanjang usia historis kita dengan doa dan amal sholih yang kita ajarkan dan dia melakukannya..
{وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ} [الأنفال: 28]
28 Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.(QS. 8:28)
🌿Ya Allah...jika ada keburukan akhlak kami ketika membesarkannya...
hilangkanlah dari ingatan anak2 kami...
امين

Selasa, 01 September 2015

Umur 20 an bergaji 7 juta

Jakarta - Pertanyaan dari Pembaca: nama saya Fadhli umur 23 tahun dengan gaji Rp 5 jutaan selama training dan tahun depan kemungkinan akan naik menjadi Rp 7 jutaan.

Saya ingin berkonsultasi tentang pembagian keuangan baik untuk kebutuhan ke depan baik investasi dan rumah, kebutuhan sekarang dan untuk kebutuhan anak muda.

Terima kasih

Jawaban:
Pertama, saya ingin mengapresiasi kesadaran Pak Fadhli atas urgensi pengelolaan keuangan dengan baik guna memenuhi kebutuhan hidup sekarang dan masa depan. Sebagai manusia, kita lebih memiliki kemampuan untuk menentukan pengeluaran yang akan diperlukan di masa depan dibandingkan pendapatan yang akan diperoleh.

Sebab setiap manusia umumnya memiliki pola kebutuhan yang hampir serupa pada tiap tahap kehidupan. Contohnya: seseorang yang lajang umumnya memiliki kebutuhan untuk membeli kendaraan dan persiapan dana pernikahan. Setelah menikah, orang tersebut akan membutuhkan dana untuk membeli tempat tingal dan persiapan dana pendidikan bagi anaknya, dan seterusnya.

Cara efektif untuk melakukan mengelola keuangan dengan baik dilakukan teknik alokasi penghasilan saat ini untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan.

Berikut alokasi ideal yang umumnya saya sarankan dalam mengalokasikan penghasilan:

2,5%- 10% untuk dana sosial seperti zakat dan sedekahMax 35% untuk cicilan seluruh utangMin 10% untuk tabungan dan invesasi40- 60% untuk kebutuhan hidup sehari- hariMax 10% untuk hiburan.Sebagai seseorang yang masih berstatus lajang, Pak Fadhli mungkin tidak membutuhkan alokasi besar pada komponen cicilan utang dan kebutuhan hidup sehari- hari.

Oleh karenanya, Pak Fadhli dapat mengalihkan kelebihan dana pada komponen cicilan utang dan kebutuhan hidup sehari-hari pada komponen tabungan dan investasi. Dana investasi ini bisa Pak Fadhli pergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di masa depan seperti kebutuhan dana pernikahan, dana pembelian kendaraan, dan dana pembelian rumah tinggal.

Semoga informasi di atas dapat membantu Anda untuk mengalokasikan penghasilan guna memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan. Live a beautiful life!
Detik.com

AYAM ATAU BEBEK

AYAM ATAU BEBEK...
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan. Seusai makan malam, mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan, "kwek..kwek."
"Dengar," kata si istri, "itu pasti suara ayam."
"Bukan, itu suara bebek." kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam."
"Mustahil.. Suara ayam itu 'kukuruyuk', bebek itu 'kwek kwek'. Itu bebek, sayang.
"Kwek..kwek." terdengar lagi.
"Nah tu..! Itu suara bebek." kata si suami.
"Bukan, sayang..! Itu ayam. Aku yakin betul." tandas si istri.
"Dengar ya..! Itu adalah suara BEBEK. B-E-B-E-K. Bebek..! Tau?" kata suami dengan penekanan suara.
"Tetapi itu ayam..!"
"Itu jelas-jelas bebek.. Kamu ini, ah..!"
Terdengar lagi suara, "kwek..kwek." Sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya, si istri itu hampir menangis, "Tetapi itu ayam.."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya dia teringat kenapa dia menikahinya.
Wajahnya melembut dan kemudian berkata dengan mesra, "Maafkan aku, sayang. Kurasa kamu benar, itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, sayang." kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kwek..kwek." terdengar lagi suara itu mengiringi mereka.
Si suami sadar, siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.
HIKMAH
Sahabatku, berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas dalam pernikahan kita.
Prioritas utama kita adalah berusaha menyenangkan pasangan jauh lebih penting daripada mencari siapa yang benar atau salah.
Semangat Pagi & Menata Hati Hingga Menjadi Suami-Istri Yang Diridhoi. بسم اللّٰ