Minggu, 30 Agustus 2015

SYAITAN MEMBANTU PEMUDA KE MASJID

Seorang pemuda bangun awal pagi untuk shalat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.

Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu lagi dan berjalan menuju masjid .

Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.

Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.

Dia menanyakan identitas lelaki tersebut. Lelaki itu menjawab, "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..'

Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .

Ketika sampai di masjid, si pemuda bertanya kepada lelaki yang membawa lampu, mengapa tidak masuk dan shalat subuh bersamanya?" Lelaki itu menolak. Pemuda itu mengajak lagi hingga berkali kali dan jawabannya tetap sama.

Pemuda bertanya, "Kenapa menolak untuk masuk masjid dan ikut shalat?" .

Lelaki itu menjawab, "Karena aku adalah Iblis."

Pemuda itu terkejut mendengar jawaban lelaki itu. .

Syaitan kemudian menjelaskan: Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah untuk membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa dosamu.

Saya membuatmu jatuh kali kedua, dan itupun tidak membuatmu berubah pikiran untuk tinggal di rumah, kamu tetap memutuskan kembali masjid. .

Karena itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.

Saya kuaatir, jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa seluruh penduduk kampungmu. Jadi, saya mesti memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat.

Moral kisah ini:

Jangan biarkan Syaitan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yang akan kamu dapat dari segala kesulitan yang kamu temui dalam usahamu untuk melaksanakan niat baik tersebut.

(Jangan menyerah pada usaha ke-100 meskipun masih gagal. Siapa tahu keberhasilanmu berada pada usaha ke-101

Sabtu, 29 Agustus 2015

STEVE JOBS

Tahun 1976, bersamarekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer.Co di garasi milik keluarganya. dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang" mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri. Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya

ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles. Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan micr*soft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOSX, IMacdan salah satu yang fenomenal yaitu iPod. Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

Jumat, 28 Agustus 2015

Ihya ulumuddin QS.Al-Hajj 56

Beramal untuk harapan
Beramal untuk harapan adalah lebih utama dari pada beramal karena rasa takut, karena hamba yang paling dekat dengan Allah adalah yang Allah paling dicintai, dan harapan dan kecintaan bisa didominasi oleh harapan, berharap kebaikan bisa dekat dengan cinta, dan rasa takut bisa membuat lari.

Kamis, 27 Agustus 2015

Jodoh

Jodoh tidak kunjung datang? Kenapa? Demikian salah satu tema yang menjadi ulasan pokok Berita Islami Masa Kini Trans TV di mana kita coba untuk mengulas dan membahasnya lebih dalam menggunakan teks, bukan video.

Jika Anda merasa bahwa jodoh Anda lama dan tidak kunjung datang, artikel ini bisa menjadi rujukan, panduan, atau bahkan oase yang menyejukkan karena membahas secara lengkap mengenai penyebab dan faktor jodoh tidak kunjung datang, hingga mengulas hal-hal yang harus dilakukan menurut ajaran syariat Islam.

Jodoh adalah takdir yang dirahasiakan oleh Allah. Ada sebagian orang yang cepat mendapatkan jodoh, dan pula sebaliknya ada yang sulit mendapatkan jodoh. Semua tergantung dari kehendak Allah dan juga bergantung seberapa ikhtiar dan usaha kita untuk mencari jodoh.

Penyebab jodoh sulit datang
Menurut redaksi Berita Islami Masa Kini Trans 7, ada beberapa sebab, alasan, dan faktor sulit mendapatkan jodoh, antara lain sebagai berikut:
Terlena dengan anggapan bahwa jodoh tidak akan ke mana, tapi ingat bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum apabila ia tidak merubah dirinya sendiri. Dengan prinsip ini, manusia senantiasa dituntut untuk selalu berusaha dan Allah yang menentukan.Terlalu sibuk dengan karier sehingga kekasih bukan menjadi prioritas utama lagiTerlalu idealis dalam menentukan pasangan hidup. Menurut redaksi Berita Islami Masa Kini, terlalu idealis dalam menentukan jodoh menjadi penghambat sulitnya mencari jodoh. Namun, redaksi IslamCendekia.Com justru sepakat dengan sikap idealis mengingat Rasulullah Muhammad Saw juga mengharuskan untuk memilih jodoh yang baik hatinya, rupanya, kualitas hingga riwayat keluarganya. Karena itu, perbaiki sikap,kepribadian dan kualitas kita untuk mendapatkan jodoh yang sesuai dengan apa yang kita harapkanTrauma masa lalu bisa mejadi hambatan karena kisah cinta menyakitkan yang meninggalkan perih dan susah untuk mengobatinya.
Maka jika jodoh kita sulit, lalu apa yang harus kita lakukan sesuai dalam Islam? Apakah ada doa khusus untuk mencari jodoh agar cepat datang? Berikut ini solusi jodoh sulit menurut Islam.
Berupaya dan bersabar

 Sabar adalah kunci untuk menaklukkan keadaan. "Mintalah pertolongan (maksudnya kepada Allah) dengan cara sabar dan sholat." Hal ini dijelaskan dalam QS Al Baqarah 153.


Mengembalikan segala urusan hidup hanya kepada Allah, bukan yang lain

 Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, katakanlah bahwa Aku sangat dekat. Aku akan mengabulkan doa orang yang meminta kepada-Ku apabila ia berdoa kepada-Ku." (QS Al Baqarah 186)"


Prasangka baik dan tawakal karena Allah sebaik-baik pembuat rencana
Kalau sudah berupaya dan ikhtiar sekuat tenaga, tapi jodoh tak kunjung datang, apa penyebabnya?
Terdapat hikmah dari sebuah penundaan jodohLebih menghargai saat jodoh datangAllah ingin memberikan jodoh yang lebih tepat dan tentu terbaik untuk kitaAllah memberikan skenario sehingga kita menjadi pribadi yang lebih matang dan siap
Demikian informasi seputar jodoh yang tidak kunjung datang dari Berita Islami Masa Kini Trans 7. Allah maha tahu dari apa yang tidak diketahui oleh hamba-Nya. Oleh karena itu, apa yang ditetapkan Allah kepada kita adalah apa yang terbaik.

Kalau jodoh dekat dengan kita, berarti itu yang terbaik. Sebaliknya, apabila jodoh jauh atau tidak kunjung datang, hal itu juga terbaik untuk kita. Yang jelas, kita harus tawakal, sabar, selalu berusaha, berserah diri, dan memohon kepada Allah. (IslamCendekia.Com/ Teks dan foto: Lismanto)

Rabu, 26 Agustus 2015

KETIKA ANAK SHOLEH LUPA BERDOA


Ingat maupun tidak, tapi hadist mengenai anak soleh akan mendoakan orangtua, atau anak yang soleh doanya dikabulkan dan akan menolong orangtua ketika di akhirat kelak sangat familiar ditelinga bu Nisa.
Orang tua mana yang tidak mau punya anak yang soleh, segala cara terus dilakukan untuk mendapatkan anak yang soleh. Baik menyekolahkan ditempat yang mahal, yang agamanya bagus, sampai mengantar jauh keluar kota untuk mendapatkan anak yang soleh.
Ya,anak yang soleh harus diupayakan dan sudah merupakan kewajiban orangtua untuk men-solehan anaknya dengan cara yang benar.
www.eramuslim.comBelajarlah anak yang soleh ini, dengan segenap kemampuannya, tawa riangnya membuat dia mampu atau tidak mampu menjadi anak yang soleh. Ada anak yang sebentar saja langsung menjadi soleh, ada anak yang lama sekali baru soleh, ada juga anak yang dipukulin dulu baru soleh. Ada juga anak yang setelah ibu atau ayahnya meninggal baru soleh, memyesal dan teringat semua kata-kata dan nasehat orang tua-nya ketik masih hidup. Selain itu, ada juga anak yang sama sekali tidak soleh, atau gagal menjadi anak yang soleh, bahkan mental dan membenci semua yang berbau Islam, berbau agama, naudzubillhmindzalika.
Orangtua memang harus lelah untuk menjadikan anaknya soleh, bahkan bagi oangtua yang sudah bersusah payah menjadikan anaknya soleh; berdoa setia malam, dan mendatangkan guru dan ustad untuk mengajari anaknya dengan harapan dapat mensolehkan anaknya. Namun, ternyata anak soleh tidak kunjung juga didapatkan, jangan bersedih hati, percayalah Allah tidak tidur.
Panci yang dipakai untuk masak rendang berhari-hari, tentu saja dasar panci akan mengeras dan berwarna hitam, walau akhirnya dipakai untuk sup sekalipun, sang panci tetap berwarna hitam bekas rendang. Maka walau anak yang soleh pada akhirnya tidak sesoleh yang diinginkan, semua pelajaran dan pendidikan untuk mensolehkan anak itu, tetap membekas dalam lubuk hatinya dalam pikirannya, dalam bawah sadarnya. Gerakan sholat yang pernah diajarkan, setiap kebaikan yang selalu dibisikkan, keinginan berbuat baik, ilmu-ilmu tersebut sudah tertanam dan membekas dalam dirinya! Hanya saja lingkungan yang akan mempengaruhinya, bila lingkungan buruk dan kurang nuansa agama, maka akan membuat sang anak tetap soleh dengan versi berbeda. Misal; anak yang dulunya dipesantren lalu menjadi artis sinetron atau penyanyi, maka lagu-lagu yang dibawakan masih religius, tidak liar juga, walau Iingkungannya adalah lingkungan perfileman/entertainment. Namun, keinginan untuk menjadi orang baik dalam lingkungan tersebut tetap ada, masih ada rambu- rambu dalam dirinya. Tidak ada kata sia-sia dalam mendidik anak yang soleh, yang sia sia adalah bila tidak mendidik.
Hanya saja yang suka lupa didengungkan para guru dan orangtua terhadap anaknya adalah menanamkan kebiasaan mendoakan orangtua, bukan dengan doa yang rutin; Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.” Namun, doa yang betul-betul untuk orang tua yang dihayati dan dipahami, dan menanamkan betapa pentingnya arti doa kita bagi orangtua. Doa anak yang soleh bukan doa anak biasa, pertama soleh dulu, kedua adab berdoa dan pentingnya doa tersebut, kalau perrlu sebuah sekolah bagus juga bila mengadakan rutinitas pagi berupa doa bagi orangtua, dimana anak-anak diajarkan dulu menulis dan berpikir doa apa yang sebaiknya dilantunkan buat orangtua.
Tiga hari lagi bu Nisa ulang tahun, dan yang dipikirkannya bukan hadiah dari anak-anak berupa kado ini atau kado itu, tetapi berupa doa yang sudah disiapkn anak-anak sejak minggu lalu, doa yang berkualitas bukan doa yang dihafal beramai-ramai didalam kelas. Doa spesifik yang hanya anak kita lantunkan untuk orang tua tersayangnya.

Ciutan Tommy Tentang Dana Revolusi

Laman pribuminews (13/8) menulis cukup panjang mengenai misteri dana revolusi ini dan dugaan kaitannya dengan Megawati dan PDIP. Inilah salinannya:
Memang, dalam beberapa tahun terakhir kembali beredar kabar mengenai Dana Revolusi, terutama di media-media sosial. Bahkan, bukan cuma pembahasannya yang muncul, tapi juga foto-foto yang katanya berkenaan dengan Dana Revolusi. Jauh sebelum itu, majalah Gatra edisi 12 Agustus 2012 pernah menurunkan hasil wawancara dengan Soebandrio, yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri I pada masa pemerintahan Bung Karno, yang fokus utamanya tentang Dana Revolusi. Ketika itu, Soebandrio masah dalam penjara di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang-Jakarta dan baru mendapat grasi dari Presiden Soeharto. Itulah sebabnya ketika itu beredar isu bahwa grasi yang didapatkan Soebandrio adalah imbalan dari keberhasilannya mencairkan Dana Revolusi.
Pengumpulan Dana Revolusi itu, menurut Soebadrio, diputuskan oleh Presiden Soekarno dan Pemerintahan Kabinet Djuanda. Ketika itu keadaan keuangan negara sangat sulit dan anggaran belanja para menteri sangat terbatas. “Jika menteri kehabisan uang, dibutuhkan tambahan anggaran belanja. Ini makan waktu agak lama, sampai beberapa bulan. Maka, Menteri Keuangan dipersilakan menyediakan Dana Revolusi dalam rupiah, dalam jumlah terbatas. Keadaan keuangan negara waktu itu serba-sulit, separo anggaran belanja negara dipakai untuk perjuangan merebut Irian Barat, kini Irian Jaya. Para menteri yang sangat membutuhkan uang mengajukan permintaan kepada Menteri Keuangan yang meneliti permintaan itu. Jika Menteri Keuangan setuju, kemudian harus diajukan kepada Djuanda untuk mendapat pengesahannya. Setelah Bapak Djuanda meninggal, saya dan Chairul Saleh diberi tugas memberi keputusan terakhir tentang permintaan menteri,” tutur Soebandrio kepadaGatra.
Soebandrio dan Chairul Saleh pun kemudian memberikan persetujuan. “Misalnya untuk Menteri Perindustrian Arumnanto. Jumlahnya Rp 30 juta atas rekomendasi Menteri Keuangan,” katanya.
Dana Revolusi, ungkap Soebandrio, tidak disimpan di luar negeri atas nama dirinya. “Dana Revolusi berwujud rupiah dan hanya disimpan di bank dalam negeri, bukan di luar negeri,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, kira-kira tahun 1980-an, ada orang Malaysia bernama Musa datang ke rumahnya, menemui istri Soebandrio, Sri Kusdyantina, dan Musa mengaku baru tahu bahwa Soebandrio masih hidup setelah melihat fotonya bersama sang istri. Musa mengaku sebagai nasabah Union Bank of Switzerland (UBS).
Kepada Sri Kusdyantina, Musa mengaku tahu persis bahwa di bank Swiss itu ada deposito atas nama Dr Soebandrio sebanyak US$ 130 juta. “Tapi, saya menganggap keterangan itu bohong dan sensasional. Pemerintahan Soekarno sama sekali tak punya dana untuk disimpan di Swiss. Saya pesan kepada istri saya untuk menjawab begitu kalau ditemui Musa. Sebab saya yakin Dana Revolusi itu tak mungkin ada,” katanya.
Soebandrio mengisahkan, Musa terus datang menemui istrinya, sementara Soebandrio masih dipenjara. “Itu berlangsung selama kira-kira satu tahun. Bahkan, dia pernah datang membawa seorang Swiss untuk membuktikan bahwa saya masih hidup dan hukuman saya telah diubah dari vonis mati menjadi hukuman seumur hidup. Musa terus membujuk. Dia berkata, kalau saya sudah mati, dana itu akan menjadi milik bank Swiss. Sayang sekali kalau tak segera diambil. Dia mendesak istri saya agar membujuk saya untuk memberikan surat keterangan bahwa deposito yang ada di Swiss memang atas nama saya. Akhirnya, saya bersedia memberi surat kuasa kepada Musa. Isinya: meminta keterangan tertulis kepada Union Bank of Switzerland, apakah benar deposito di bank tersebut memang atas nama saya. Jadi justru saya yang meminta keterangan, bukan saya yang memberi keterangan. Saya juga tak mengatakan ingin menagih,” katanya.
Namun, sampai Gatra mewawancarai itu, Soebandrio mengaku belum menerima surat jawaban dari UBS. “Jadi, saya belum tahu apakah benar di sana ada deposito atas nama saya,” katanya.
Soebandrio juga mengaku meminta Musa mencairkan dana pribadinya di bank Swiss, sebesar US$ 35 ribu. “Sengaja saya suruh Musa mengurusnya, sekalian untuk mengetes dia, apa benar dia bisa. Ternyata uang itu pun tak bisa diambil. Sekali lagi, saya tak mengutak-utik Dana Revolusi. Uang US$ 35 ribu itu uang saya pribadi,” katanya.
Pada 13 Februari 1986, Soebandrio menulis surat kepada Presiden Soeharto, memberitahukan tentang adanya Dana Revolusi itu. Dalam surat kepada Pak Harto, ia memerinci jumlah dana di Union Bank of Switzerland sebesar US$ 450 juta. Di Barcley Bank Inggris ada emas senilai £ 125 juta.
Namun, dalam wawancara dengan Gatra tersebut, Soebandrio mengaku salah terkait surat kepada Presiden Soeharto. “Itulah kesalahan saya. Saya dan keluarga saya begitu dipengaruhi orang luar, dari tak percaya sampai akhirnya percaya. Mengapa saya menyebut angkanya kepada Pak Harto? Itu karena saya bingung. Banyak orang memberikan data itu berikut menyebutkan tempat penyimpanannya. Mereka juga berkata, kalau saya tak mengaku akan berdosa, yang akibatnya bisa fatal. Saya sebetulnya bukan tak mau mengaku. Tapi, saya memang sangsi barang itu ada,” ujar Soebandrio. Dalam akhir wawancaranya, Soebandrio menegaskan kembali bahwa tidak ada Dana Revolusi atas nama dirinya.
Pada 20 Februari 2015, Tommy Soeharto juga menulis di akun Twitter-nya bahwa dana itu sudah digunakan untuk partai tertentu. “Sebagian dana itu digunakan untuk pembangunan perbaikan usai perang. Sisanya dibawa anak kesayangan dan digunakan untuk kendaraan pribadi,” tulis Tommy.
Itu artinya Dana Revolusi, menurut Tommy, sudah cair dan dibawa “anak kesayangan”, yang sebagian digunakan membiayai partai politik. Anak kesayangan siapa yang dimaksud? Apakah anak kesayangan Bung Karno, mengingat keputusan perlunya Dana Revolusi itu datang dari Bung Karno? Megawatikah yang dimaksud Tommy. Apakah partai politik yang dibiayai dari Dana Revolusi itu juga maksudnya PDIP, karena Megawati adalah Ketua Umum PDIP?
Kesan itu ke arah sana semakin kuat karena Tommy seakan memberi kode dengan frasa “keluarga yang tidak akur”. Karena, seperti diketahui, hubungan Megawati dan adiknya, Rachmawati, mengesankan ketidakakuran di antara mereka. Dalam kasus KPK-Polri saja, misalnya, Rachmawati kerap mengecam keras Megawati karena ia anggap sebagai biang keladi kekisruhan itu. Malah, pada 19 Februari 2015), Rachmawati menyebut Mega sebagai Ibu Budi Gunawan, komisaris jenderal polisi yang dicalonkan Presiden Joko untuk jadi Kapolri, namun dibatalkan meski DPR telah menyetujui.
“Budi Gunawan memiliki hubungan yang begitu erat dengan Ibu Budi. Dia mendapatkan privilese saat Ibu Budi menjadi presiden. Penunjukan BG sebagai calon Kapolri tidak terlepas dari tekanan Ibu Budi,” kata Rachmawati.
Jadi, benarkan keluarga tidak akur yang dimaksud itu adalah keluarga Bung Karno? Entahlah. Yang pasti, dalam twit selanjutnya, Tommy menulis, “Itu baru beberapa kata dari saya. Lain kali akan saya lanjutkan. Sebaiknya lain kali kalau tidak mau ditelanjangi jangan menelanjangi,” katanya.(nn)

TANGISAN NABI MUHAMMAD

muhammad
Setiap pohon yang tidak berbuah, seperti pohon pinus dan pohon cemara, tumbuh tinggi dan lurus, mengangkat kepalanya ke atas, dan semua cabangnya mengarah ke atas. Sedangkan semua pohonnya yang berbuah menundukkan kepala mereka, dan cabang-cabang mereka mengembang ke samping. Rasulullah adalah orang yang paling rendah hati, meskipun dia memiliki segala kebajikan dan keutamaan orang-orang dahulu kala dan orang-orang sekarang, dia seperti sebuah pohon yang berbuah. Menurut sebuah riwayat, beliau bersabda, “Aku diperintahkan untuk menunjukkan perhatian kepada semua manusia, untuk bersikap baik hati kepada mereka. Tidak ada Nabi yang sedemikian diperlakukan dengan sewenang-wenang oleh manusia selain aku.”
Kita tahu bahwa beliau dilukai kepalanya, ditanggalkan giginya, lututnya berdarah karena lemparan batu, tubuhnya dilumuri kotoran, rumahnya dilempari kotoran ternak. Beliau di hina, dan di siksa dengan keji.
Saat beliau berdakwah di Thaif, tak ada yang didapatkannya kecuali hinaan dan pengusiran yang keji. Ketika Rasulullah menyadari usaha dakwahnya itu tidak berhasil, beliau memutuskan untuk meninggalkan Thaif. Tetapi penduduk Thaif tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan. Lemparan batu yang mengenai Nabi demikian hebat, sehingga tubuh beliau berlumuran darah.
Dalam perjalanan pulang, Rasulullah Saw. menjumpai suatu tempat yang dirasa aman dari gangguan orang-orang jahat tersebut. Di sana beliau berdoa begitu mengharukan dan menyayat hati. Demikian sedihnya doa yang dipanjatkan Nabi, sehingga Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemuinya. Setibanya di hadapan Nabi, Jibril memberi salam seraya berkata, “Allah mengetahui apa yang telah terjadi padamu dan orang-orang ini. Allah telah memerintahkan malaikat di gunung-gunung untuk menaati perintahmu.” Sambil berkata demikian, Jibril memperlihatkan para malaikat itu kepada Rasulullah Saw.
Kata malaikat itu, “Wahai Rasulullah, kami siap untuk menjalankan perintah tuan. Jika tuan mau, kami sanggup menjadikan gunung di sekitar kota itu berbenturan, sehingga penduduk yang ada di kedua belah gunung ini akan mati tertindih. Atau apa saja hukuman yang engkau inginkan, kami siap melaksanakannya.”
Mendengar tawaran malaikat itu, Rasulullah Saw. dengan sifat kasih sayangnya berkata, “Walaupun mereka menolak ajaran Islam, saya berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat nanti akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.”
Ketika Makkah berhasil ditaklukkan, beliau berkata kepada orang-orang yang pernah menyiksanya, “Bagaimanakah menurut kalian, apakah yang akan kulakukan terhadapmu?” Mereka menangis dan berkata, “Engkau adalah saudara yang mulia, putra saudara yang mulia.” Nabi Saw. bersabda, “Pergilah kalian! Kalian adalah orang-orang yang dibebaskan. Semoga Allah mengampuni kalian.” (HR. Thabari, Baihaqi, Ibnu Hibban, dan Syafi’i).
Abu Sufyan bin Harits, sepupu beliau, lari dengan membawa semua anak-anaknya karena pernah menyakiti Rasul Saw., maka Ali bin Abi Thalib Ra. bertanya kepadanya, “Hai Abu Sufyan, hendak pergi kemanakah kamu?” Ia menjawab, “Aku akan keluar ke padang sahara. Biarlah aku dan anak-anakku mati karena lapar, haus, dan tidak berpakaian.”
Ali bertanya, “Mengapa kamu lakukan itu?” Ia menjawab, “Jika Muhammad menangkapku, niscaya dia akan mencincangku dengan pedang menjadi potongan-potongan kecil.”
Ali berkata, “Kembalilah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya dengan mengakui kenabiannya dan katakanlah kepadanya sebagaimana yang pernah dikatakan oleh saudara-saudara Yusuf kepada Yusuf, ….Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). (QS. Yusuf [12]: 91).
Abu Sufyan pun kembali kepada Nabi Saw. dan berdiri di dekat kepalanya, lalu mengucapkan salam kepada beliau seraya berkata, Wahai Rasulullah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan engkau atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa). (QS. Yusuf [12]: 91).
Rasulullah Saw. pun menengadahkan pandangannya, sedang air matanya membasahi pipinya yang indah hingga membasahi jenggotnya. Rasulullah menjawab dengan menyitir firman-Nya, …Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu. Mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. (QS. Yusuf [12]: 92).
Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Bacakan al-Quran kepadaku.”
Ibnu Mas’ud berkata, “Bagaimana aku membacakannya kepada Engkau, sementara al-Quran itu sendiri diturunkan kepada Engkau?”
“Aku ingin mendengarnya dari orang lain,” jawab beliau. Lalu Ibnu Mas’ud membaca surat an-Nisa hingga firman-Nya, Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (QS. an-Nisâ [4]: 41).
Begitu bacaan tiba pada ayat ini, beliau bersabda, “Cukup.”
Ibnu Mas’ud melihat ke arah beliau, dan terlihatlah olehnya bahwa beliau sedang menangis.
Dalam kisah ini kita memperoleh pelajaran berharga, bahwa Rasulullah Saw. sangat mencintai umat manusia. Beliau sangat mengharapkan agar orang-orang kafir itu beriman. Karena balasan kekafiran adalah neraka yang menyala-nyala. Rasulullah sendiri pernah melihat neraka. Dia melihat sungguh mengerikan neraka itu. Hingga ketika menyadari hal itu, mengalirlah airmatanya dengan deras.
Abu Dzar Ra. meriwayatkan dari Nabi Saw., bahwa beliau mendirikan shalat malam, sambil menangis dengan membaca satu ayat yang diulang-ulangi, yaitu, Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau juga. (QS. al-Maidah [5]: 118).
Dan diriwayatkan saat hari kiamat tiba, beliaulah orang yang pertama kali dibangkitkan. Yang diucapkannya pertama kali adalah, “Mana umatku? Mana umatku? Mana umatku?” Beliau ingin masuk surga bersama-sama umatnya. Beliau kucurkan syafaat kepada umatnya sebagai tanda kecintaan beliau terhadap mereka. Beliau juga sering berdoa, Allahumma salimna ummati. Ya Allah selamatkan umatku.
Keadaan diri Nabi Muhammad Saw. digambarkan Allah Swt. dalam firman-Nya, Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. at-Taubah [9]: 129).
Alangkah buruknya akhlak kita bila tak mencintai Nabi, sebagaimana Nabi mencintai kita, berkorban untuk kita, dan meneteskan airmatanya untuk kita. Di sini, apakah kita hanya berdiam diri saat Nabi dihina, seolah kita bukan lagi umatnya. Apakah kita rela Nabi berdakwah seorang diri dan kemudian dilempari batu hingga berdarah-darah, sementara umatnya yang begitu banyak hanya bisa berdiam diri? Tangisan sang Nabi hendaknya menjadi pengingat kita, untuk lebih mencintainya, membelanya, bahkan berkorban nyawa untuknya, sebagaimana ia telah berkorban nyawa untuk kita agar kita selamat dari siksa neraka.