Rabu, 09 September 2015

Sholat Menggugurkan Dosa

Dari Sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar dari rumahnya ketika musim gugur di saat daun-daun berguguran dari pepohonan. Beliau mengambil setangkai ranting pohon, dan daun-daunnya langsung berguguran. Beliau berkata, “Wahai Abu Dzar!” Sayyidina Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu menyahut, “Labbaik! (Aku siap sedia!), ya Rasulullah!” Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim yang menunaikan shalatnya semata-mata karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran sebagaimana daun-daun ini berguguran dari rantingnya.” (H.R. Ahmad, dari Kitab At-Targhib)

Untuk Dosa-Dosa Besar Perlu Bertaubat secara Khusus

Ada satu hal yang perlu direnungkan. Menurut para ulama, berdasarkan kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Baginda NabiShallallahu ‘alaihi wasallam, shalat dan ibadah-ibadah yang lain hanya menghapus dosa-dosa kecil.

Sedangkan dosa-dosa besar tidak dapat diampuni tanpa bertaubat secara khusus. Oleh sebab itu, selain mengerjakan shalat, hendaknya kita selalu bertaubat dan beristighfar, jangan sampai kita melalaikannya. Jika Allah Subhaanahu wata’ala mengampuni dosa-dosa besar karena kemurahan-Nya sebab shalat kita, itu perkara lain.

أستغفر اللّٰه العظيم و أتوب إليه

38,8 persen jemaah telah berada di Mekkah


Mekkah (ANTARA News) - Sekitar 38,8 persen dari 155.200 jemaah Indonesia telah memadati kota suci Mekkah Al Mukarammah baik yang datang dari Madinah maupun Jeddah, untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Seksi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Reza Muhammad Marzal, di Mekkah, Arab Saudi, Senin, menjelaskan sampai pukul 17.00 waktu setempat, jumlah jemaah calon haji Indonesia yang telah berada di Mekkah mencapai 60.218 orang.

"Mereka terdiri dari 59.491 jemaah dan 723 petugas haji Indonesia yang datang dari Madinah dan Jeddah," ujarnya.

Reza menguraikan total jemaah yang datang dari Madinah setelah melaksanakan ibadah Arbain di Masjid Nabawi mencapai 41.268 orang dari 100 kelompok terbang (kloter) dan didampingi 499 petugas kloter. Sedangkan jemaah yang datang dari Jeddah sebanyak 18.950 orang dari 45 kloter dan didampingi oleh 224 petugas.

"Jadi jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Mekkah sampai dengan sore ini mencapai 60.218 orang yang tergabung dalam 145 kloter," kata Reza.

Jumlah tersebut, lanjut dia, akan terus bertambah sampai dengan tanggal 17 September 2015 atau sekitar H-7 sebelum puncak ibadah haji di Arafah.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Daker Mekkah M Ismail Aini mengatakan, Selasa (8/9) Mekkah akan kembali menerima kedatangan jemaah dari Tanah Air yang masuk melalui Jeddah.

"Dijadwalkan ada sembilan kloter dari Jeddah akan tiba di Mekkah sepanjang Selasa dengan total jemaah mencapai 3.812 orang," katanya.

Kesembilan kloter berasal dari delapan embarkasi yaitu Solo (SOC) sebanyak dua kloter, dan masing-masing satu kloter dari embarkasi Jakarta Bekasi (JKS), Makassar (UPG), Jakarta Pondok Gede (JKG), Palembang (PLM), Medan (KNO), Batam (BTH), dan Surabaya (SUB).
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Senin, 07 September 2015

Minggu, 06 September 2015

Syafaat Nabi Yang Disia-siakan...


Dalam sehari semalam ada lima kali adzan berkumandang. Dalam setiap kali adzan itu, ada peluang syafaat yang dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Janji Nabi itu amat pasti. Tidak akan diingkari. Sayangnya, banyak sekali kaum Muslimin yang tidak sadar, atau pura-pura lalai terhadap hal yang amat agung ini.

Bahkan ada banyak di antara mereka yang tuli saat adzan berkumandang. Bukan tuli fisik, tetapi tuli maknawi. Mendengar, tapi tak menjawab adzan. Mendengar, tapi tak bergegas mendatangi masjid untuk mengikuti shalat berjamaah. Padahal, dalam setiap kali adzan itu, ada janji pembagian syafaat dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada seluruh umatnya.

Dalam sehari saja, misalnya, ada lima kali adzan yang berkumandang dari satu masjid. Jika sepekan, jumlahnya ada tiga puluh lima kali adzan (tujuh hari). Jika satu bulan, maka jumlah adzan yang berkumandang ada seratus lima puluh kali. Jika setahun, tiga ratus enam puluh lima hari, maka jumlah adzan yang berkumandang ada seribu delapan ratus dua puluh lima kali adzan.

Jika setahun saja ada 1825 kali adzan berkumandang, dan saat ini usia kita sudah dua puluh tahun, misalnya, maka seharusnya kita sudah mendengarkan adzan sebanyak 36.500 kali atau 36.500 kali peluang mendapatkan syafaat Nabi. Angka itu akan terus bertambah atau berkurang disesuaikan dengan usia kita saat ini.

“Barang siapa yang setelah mendengar adzan membaca doa, ‘Allahumma Rabba haadzihid-da’watit-tammaati. Wash-shalatil qaa-imati. Aati Muhammadanil washiilata wal fadhiilah. Wab ‘atshu maqaamam mahmuda-nilladzii wa ‘adtahu.(Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat akan didirikan ini. Karuniakanlah kepada Muhammadwashilah dan keutamaan, serta anugerahkanlah kepadanya tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya)’, maka ia berhak mendapatkan syafaat pada hari Kiamat kelak.”

Hadits ini diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah dan dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Spirit dari pekerjaan kecil

Seorang lelaki tua sepanjang hari menyusuri rel kereta, tangannya selalu membawa sebuah kunci memeriksa satu persatu mur penyangga rel jika ditemukan mur yang kendor / mau lepas, dengan cekatan baut itu kembali dirapatkan sehingga tertanam dengan sempurna seperti sedia kala tidak pernah terlewatkan satu murpun.

seorang anak muda yang baru dikenalnya mencoba menemaninya sudah berapa lama kau lakukan pekerjaan ini pak tua ?'sejak usia 20 tahun pertama kali aku bekerja sebagai tenaga honorer di perusahaan Kereta Api Negeri ini anak muda' sahut pak tua sambil tersenyum.

Hah selama itukah bapak melakukan pekerjaan yang sama terus menerus, bapak tidak bosan . . ???'tidak anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini . . .sampai matipun aku akan tetap melakukan pekerjaan ini' disinilah hidupku !''pasti gaji bapak besar, sehingga bapak betah dengan pekerjaan ini' sang pemuda masih penasaran . .' gajiku hanya cukup untuk makan aku dan istriku di rumah' 'apakah bapak punya anak yang masih harus dibiayai hidupnya ?''anakku semua sudah menjadi orang sukses, sudah tidak memerlukan uangku, bahkan tidak jarang anakku yang memberi uang padaku . . .' sahut pak tua sambil tetap tersenyum.

'mestinya bapak tinggalkan pekerjaan ini, sudah waktunya beristirahat dirumah menikmati hari tua bersama istri' sang pemuda masih penasaran . . . 'bapak terlihat rapuh dan ringkih melakukan pekerjaan ini. . .'

lagi-lagi pak tua tersenyum 'anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini, tidak mungkin aku meninggalkannya' . . . .'tapi apa yang kau cari pak tua ??? anak sudah menjadi orang sukses, istri setia menunggu di rumah, gaji juga tidak seberapa, lihatlah tubuhmu yang sudah renta !!!'

'anak muda . . . rupanya kau masih belum mengerti juga kenapa aku begitu mencintai pekerjaan ini . . bukan uang yang kucari anak muda' pak tua semakin tersenyum lebar . . .'lalu apa yang kau cari ?? potong sang pemuda dengan cepat .

'Spirit anak muda . . semangat . ..lihatlah, berapa nyawa yang terselamatkan karena pekerjaanku ini . .! bayangkan . . .sehari aja kutinggalkan pekerjaan ini, kemudian ada mur penyangga rell yang lepas . .itu bisa membahayakan perjalanan kereta api, ingatlah satu penumpang di kereta api ini pasti memiliki beberapa orang yang mencintainya , , ... bayangkan lagi jika seandainya kereta api mengalami kecelakaan dan seluruh penumpangnya meninggal, akan ada beberapa ribu orang yang meratapi kepergian orang-orang yang dicintainya . Spirit itulah yang selalu menemaniku bekerja selama ini,

Sabtu, 05 September 2015

Telinga dan Keajaiban Pendengaran

Allah menciptakan telinga dalam bentuk yang paling indah dan sesuai dengan fungsinya. Dia menjadikan bentuk daun telinga seperti sendok agar dapat mengumpulkan suara sehingga masuk ke dalam lubang telinga. Juga agar hewan serangga yang merayap disana dapat dengan cepat di keluarkan. Dia menciptakan lipatan, rongga, dan lengkungan lengkungan yang dapat menahan dan mengontrol udara dan suara yang masuk, mengurangi pedasnya, kemudian baru mengirimkannya ke lubang telinga. Diantara hikmah itu semua, agar jalannya menjadi panjang bagi hewan sehingga ia tidak dapat sampai ke lubang telinga sebelum manusia terbangun atau sadar untuk mencegahnya. Selain itu masih ada hikmah yang lain, sesuai dengan hikmah-Nya juga, Dia menjadikan air telinga amat pahit, sehingga hewan tidak dapat melewati menuju ke dalam telinga, (Sumber : Miftah Daris Sa'adah)

Mengapa Kapten San Jin Gu Memeluk Islam


KAPTEN San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini kejadian lama memang.
Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada dekat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada saat mempraktekan itulah ia merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya.
Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yabg ia pimpin (disamping Yoga), dan ternyata sebagian besar prajurit setelah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut merasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.
Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.
Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”.
Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandanya – untuk juga memeluk Islam. [sahabatstars]
Sumber : islampos.com